Tampilkan postingan dengan label Sedang Latihan Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sedang Latihan Menulis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Agustus 2023

Suara adzan magrib..

Tak terasa sudah magrib lagi. Rasa ngantuk sudah menyerang sebelum solat di laksanakan.

Ingat waktu dikampung, jika waktu adzan tiba, saya dan teman-teman berebut giliran untuk mengumandangkan adzan. Bangga rasanya jika sudah bisa mengumandangkan adzan.

Bisa adzan menjadi kebanggan pada saat itu. Banyak di mesjid-mesjid lain pun yang mengundangkan adzan itu adalah anak kecil.

Sekarang saya tinggal di Bandung. Sudah jarang sekali saya mengumandangkan adzan. Jangankan untuk mengumandangkan, kadang ketika adzan berkumandang, saya abai. Tidak di dengar adzan itu. Lebih sibuk ke layar komputer, smartphone atau TV.

Kebetulan tempat tinggal saya deket masjid. Namun, saya jarang ke sana. Untuk ini saya punya alasan. Namun, sebenarnya alasan itu bisa dikompromikan.

Kembali lagi soal adzan magrib.

Saya dan teman-teman biasanya sudah ada di masjid satu jam sebelum adazan magrib tiba. Mungkin sekitar jam lima. 

Sambil menununggu waktunya tiba, saya dan teman-teman senang bermain "gegelutan". Merasa laki banget.

Sekarang sudah hampir 20 tahun saya di bandung. Kangen sekali suasana itu. Serasa ingin balik lagi ke masa lalu.

Musin hujan adalah waktu yang di nanti-nanti. Lantai bagian mesjid biasanya basah terkena air hujan itu dan kotor. Banyak pasir. Sehingga, jika terinjak akan menimbulkan kesan kotor pada lantai. 

Saya dan teman-teman memanfaatkan momen itu untuk main perosotan. Dengan alasan "membersihkan masjid", kami diijinkan untuk mengepel sambil prosotan. Gampang sekali untuk bahagia saat itu. Hanya bekal air dan lap pel, kami sudah bahagia.

Ah, ko saya ngomongnya kemana-mana ya. Balik lagi ah ke adzan magrib.

Saya tidak ingat dari mana saya belajar adzan. Yang saya ingat, saya di paksa adzan.
Sungguh, saya tidak tahu bagaimana caranya adzan, tapi waktu itu langsung di suru berdiri, sambil di temani teman sambil dibisik-bisik lafad-lafadnya. Mungkin karena sering, sehingga lafadz-lafadz itu tidak sudah perlu dihafal. Sudah secara tidak sadar tersimpan dalam kepala.

Mungkin itu cerita pengalaman saya tentang adzan. 

Bagaimana dengan kamu? kapan kamu terakhir kali mengumandangkan adzan? 

Kamis, 14 Juli 2022

Tahu Bungkeng, Sumedang


Awalnya, 

"Ah cuma tahu, gak jauh beda rasanya seperti tahu pada umumnya, pasti gitu-gitu aja"

Begitu responku setelah mendengar kata tahu sumedang.

Bagaimana tidak? tahu kan ada dimana-mana. Itu sudah umum di masyarakat,  khususnya Jawa Barat. Selain dengan harganya yang murah, kamu bisa menemukannya dimana-mana seperti di pasar, warung, apalagi di supermarket kamu pasti dengan mudah menemukan yang namanya tahu. 

Dari segi harga pun, munurutku sih semua orang dari kalangan menengah atas sampai bawah mampu beli tahu karena harganya yang murah. Dengan Rp.5000 mungkin kalian sudah dapat 10 biji. 

Karena saking banyak dan mudah didapat mengakibatkan benda itu, makanan itu, bukan sesuatu hal yang aneh buatku. Tidak membuat saya mengatakan "wow". Mungkin bagi kamu juga.

Tapi, anggapan itu berubah setelah seorang teman, orang sumedang bawa sekeranjang tahu sumedang lengkap dengan sambelnya.

"Wah, enak euy, beda"

Itu responku setelah mencicipinya. Saya makan tidak cukup satu, malah rebutan sama teman-teman lainnya. Tidak sampai kenyang, tapi saya puas dengan rasanya.

Itu terjadi sekitar 13 tahun yang lalu, sekelebat kenangan saat masa-masa kuliah dulu. 

Sekarang saya berada di sumedang, tepat di depan outlet Tahu Bungkueng.  Saat ini, 2022, 13 Juli 16.30.

Tahu bungkeng sumendang

Saya masih ingat, dulu temenku merekomendasikan untuk beli tahu disini. Saya lupa yang merekomendasikan, si Dadan atau Egi. Entah dimana mereka tu sekarang. Sudah lama lost contact.

Dan tahu sumedang yang ku makan pertama itu juga ternyata tahu bungkeng. Saat itu, aku gak terlalu menghiraukannya. Mungkin saking enaknya, takut kehabisan.

Oh iya, saya lupa. 

Hey kamu, Dadan atau Egi, kalo baca blog ini, tolong comment ya. Dimana kalian sekarang?

Kembali lagi..

Memang, kalo kamu jalan-jalan ke sumedang, tengoklah di kiri-kanan jalan ada banyak banget yang jualan tahu. Ada pake grobak, ada yang seperti warung, ada yang mirip sebuah restoran.

Saya pernah mencicipi beberapa diantaranya. Ada yang enak, tapi tidak sedikit juga yang menurutku rasanya biasa aja. Saya beli karena penasaran aja sih, sekedar pengen tahu, apa bedanya dengan tahu bungkeng. Ya, ternyata beda.

Pasti gak percaya ya? Coba deh kalian datang kesana.

Tahu bungkeng sumedang

Mungkin ini kali ke tiga saya berkunjung. Tapi, sayang. Hari ini saya tidak kebahabisan. Hanya beli lontong. Untuk tahu, beli di sebrang jalan. Ya, daripada laper.

Potret yang saya ambil ini, berada di pusat kota. Sebenarnya ada outlet lain selain ini. Karena ini sudah sore, saya memutuskan untuk segera pulang ke Bandung.

Eh, ternyata Tahu Bungkeng itu idak hanya menjual tahu, tapi ada juga lontong, dan yang pasti macam-macam sambelnya,  dan oleh-oleh sumedang lainnya. 

Satu keranjangnya tidak terlalu mahal, dengan Rp.30.000 kamu sudah kenyang. Apa lagi ditambah lontong. Beuh mungkin bisa kenyang sampai 2 hari hehe.

Oh ya lontongnya juga murah lo, cuma Rp.1000.

Setelah icip-icip, hari sudah terlihat gelap. Segera saya pulang lagi ke Bandung.

Selasa, 05 Juli 2022

Awas, di depan pintu ada ular!!


Tiba-tiba seekor ular nongol tepat berada di depan pintu keluar kamar. 

"Astagfirullah" sontak saya kaget. 

Sore itu, sekitar pukul 6 sore, saya hendak buang air kecil sekalian berwudu. Mungkin sekitar 10 menit setelah adzan magrib. Saya lupa itu hari apa. 

Hanya setengah badan yang terlihat dan kepalanya menatap saya. 

Warnanya hijau agak kehitam-hitaman, bentuk kepalanya sepertinya ular pohon atau air.

Saya tidak tahu namanya, tapi saya familiar dengan bentuknya. Pernah saya melihat ular seperti itu di chanelnya beberapa youtuber reptil seperti Dede Inoen atau Pandji Petualang.

Oh iya, posisi kamar kecil, ruang tamu dan kamar saya itu saling berdampingan. Memang kecil rumah yang kami tempati pada saat itu. Cukup untuk keluarga kecil kami yang hanya tiga orang.

Di samping kanan pintu kamar saya terdapat kursi ruang tamu sedangkan sebelah kiri pintu masuk kamar kecil yang biasa digunakan untuk mandi atau buang air kecil atau besar.

Ular itu sepertinya hendak menuju kamar kecil, tapi setelah kami berhadap-hadapan, ular itu balik arah ke ruang tamu. 



Sepertinya benar apa yang dikatakan para youtuber reptiler itu. Ular pada dasarnya takut oleh manusia dan hanya menyerang jika merasa terancam.

Ular itu pun segera balik arah dan bersembunyi di balik kursi-kuris ruang tamu. Bisa jadi ia pun kaget atau merasa takut atau terancam.

Begitu pun dengan saya. Kaget? sudah tentu pasti. Dengan reflek, sayapun mundur naik ke atas kasur.

"Ada apa yah?" tanya istri saya.

Pada waktu itu, kami sedang berkumpul di kamar. Saya, istri dan anak saya.

"Gak ada apa-apa" jawabku mencoba untuk menenangkan.

Tapi, kegelisahanku tidak dapat disembunyikan. Akhirnya, saya memberitahu mereka.

"Barusan sepertinya ada ular"

"Ah, masa?" sedikit tidak percaya dan nampak kaget setelah saya bilang begitu.

"ular dimana yah?" anaku yang dari tadi asik main gem pun bertanya dengan penuh penasaran.

"Tadi, sepertinya ayah lihat ular di depan pintu" sayapun sedikit tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.

Dengan sedikit perasaan deg-degan, saya mencoba keluar.

Saya coba geser-geser kursi ruang tamu untuk memastikan ular itu memang ada atau hanya ilusi.

Dan ternyata memang betul, apa yang saya lihat tadi itu bukan ilusi. Tapi memang benar, rumah kami dimasuki ular.

Panjangnya sekitar 1,5 meter. Ular itu bersembunyi di balik kursi.

"Oh iya betul, ularnya ada disini" saya ngasih tau anak dan istri yang berada di kamar. Menunggu dengan penuh penasaran.

Anak saya mencoba untuk melihat langsung, tapi di cegah oleh ibunya.

"Disini aja, jangan kesana!" dengan tegas dan reflek mencegah anak saya yang baru 7 tahun itu turun dari ranjang untuk keluar dari kamar.

"matiin aja yah" istri saya dengan panik mengatakan itu.

"jangan, kali aja ini ular jadi-jadian" candaku, untuk mencairkan suasana. 

Padahal, saya juga masih deg-degan pada saat itu.

Ular itu sepertinya tidak berbisa, tapi tetap saja saya tidak berani untuk memegang. Bukan ahlinya.

Saya mencoba ambil sapu untuk mencoba mengusirnya dari rumah. Tidak dengan cara kekerasan, misal dengan memukulnya. Tapi, hanya mendorong-dorong badannya agar keluar dari dari rumah.

Percobaan pertama tidak berhasil, ular itu malah lari ke arah lain. Tapi, masih di sekitar ruang tamu.

Saya buka pintu depan, kemudian saya panggil semua kucing. Mereka pun hampir semua masuk. Sebagian masih ada di luar pintu.

Melihat ada ular di ruang tamu, semua kucing pun mengelilinya. Mungkin mereka mengira itu mainan. Atau mungkin merasa bahwa itu merupakan ancaman? saya tidak tahu, tapi yang jelas mereka membantu saya mengeluarkan ular itu dari rumah.

Lucu jika diperhatikan bagaimana mereka mencoba mengeluarkan ular dari rumah. Semua mengeliling ular itu, kemudian di arahkan keluar menuju pintu.

Gak sampai disitu, tapi mereka juga mengejarnya sampai keluar dari rumah.

Terakhir saya lihat, ular itu masuk got depan rumah tetangga. Dan kucing-kucing itu masih mengejarnya.

Setelah ular itu pergi..

Saya tentu masih sedikit shok dengan apa baru saja terjadi.

Saya masih menyimpan pertanyaan yang sampai saat ini belum terjawab.

"Dari mana ular itu masuk?"

"Mungkinkah ia sedang mengejar mangsa? atau mungkinkah itu ular jadi-jadian?"

Tentu pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya gelisah sepanjang malam. Membuat saya sulit untuk tidur. Khawatir jika masih ada ular yang lain. 

Untuk meringankan kekhawatiran saya, semua kucing saya masukan. Membiarkan mereka untuk tidur di dalam rumah.

Biasanya,  saya mengeluarkan kucing-kucing itu. Tujuannya biar mereka terbiasa dengan alam. Agar insting berburunya masih ada. Sehingga ketika suatu hari mereka saya tinggal beberapa hari, mereka masih bisa bertahan hidup.

Tapi, malam itu saya membiarkan mereka tidur dalam rumah. Untuk menjaga kami sepanjang malam.

Terima kasih kucing-kucingku..

Nonton bioskop haram?

Nonton bioskop haram, hukum nonton bioskop
Foto oleh Pixabay: https://www.pexels.com/id-id/foto/kursi-teater-merah-dekat-pilar-beton-putih-269140/

Saya tidak tahu..,

Saya bukan ahli dalam urusan agama.

Nonton bioskop itu haram karena ada musik dan tempat berkumpulnya antara laki-laki dan perempuan.

Pernyataan itu dinyatakan oleh ustad yang cukup populer di kalangan netizen. Ceramah-ceramahnya banyak di youtube. Pengikutnya pun banyak. Dari kalangan orang biasa sampai artis.

Tapi, sungguh, pernyataan ini belum dapat saya pahami dan mengusik nalar saya.

Bagaimana tidak? ada banyak tempat di mana antara laki-laki dan perempuan berkumpul atau berkerumunan. Coba perhatikan di pasar, mall, jalan, angkot, bus dan masih banyak lagi.

Kalo soal musik, memang sebagian ulama ada yang mengatakan haram, lainnya tidak.

Jika yang ditonton itu film bokep, saya bisa mengerti. Jangankan di pandang dari kaca mata agama, secara moralpun itu tidak boleh, dianggap tabu. 

Yang nonton bokep itu biasanya sembunyi-sembunyi. Itu artinya, secara nurani juga manusia malu menonton tayangan seperti itu.

Apa lagi di pandang dari kaca mata agama. Saya yakin, mungkin semua agamapun akan melarangnya. Ditambah dengan melakukan kegiatan mesum. Sudah pasti itu haram. Tidak boleh.

Tapi kalo hanya sekedar ada unsur musik dan berkumpulnya laki-laki dan perempuan untuk melakukan kegiatan tertentu yang tidak dilarang agama, ini yang membuat saya bertanya-tanya. Mengusik nalar saya. Sehingga menimbulkan banyak pertanyaan.

Ada banyak hal yang mengandung unsur musik dan tempat berkumpulnya banyak orang, laki-laki dan perempuan. Entah itu di sekolah, gedung dpr, mini market, pasar dan masih banyak lagi.

Kita ambil contoh dalam melakukan perjalanan menggunakan bus. Di dalam tempat itu kita tidak bisa mengontrol siapa yang akan naik, entah itu laki-laki aja atau perempuan aja. Semua boleh naik, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan wariapun boleh naik. Asalkan mau membayar ongkos perjalananan.

Selain itu, ada tukang ngamen. Jelas, mereka memainkan lagu-lagu pake alat musik. Apakah mereka juga haram mencari nafkah dengan cara itu? Dan juga yang menumpang busnya jadi dosa karena ada tukang ngamen di dalamnya? Apakah kita perlu mengusir mereka baik secara halus atau kasar? Mereka sama-sama ibadah untuk menghidupi diri atau dan keluarganya.

Di pasar, baik tradisional atau modern. Pasti yang belanja itu bukan hanya laki-laki atau perempuan. Dari mulai yang pake jilbab sampai yang pake rok mini juga ada. Musik? Tak jarang kita juga denger musik disana, apakah itu artinya kita haram juga kesana?

Pernah ke toko gramedia? atau toko-toko buku yang lain yang cukup besar di kota kalian?

Perhatikan, hampir sama seperti pasar pasti ada laki-laki dan perempuan di sana. Musik? Oh pasti sering dengar. Biasanya musik-musik instrumental. Apakah dengan begitu tempat ini di haramkan?

Saya merasa kok beragama tu malah bikin ribet ya? 

Awalnya kukira kantor kelurahan


Gambar ini aku ambil di ruang tunggu kantor perkumpulan inisiatif. Saya ambil ketika sedang menunggu untuk meeting.

Mungkin ada yang belum tau, apa sih perkumpulan insiatif itu? Setahuku, mereka adalah organisasi non-profit di luar pemerintah atau NGO yang punya kepedulian terhadap kebijakan-kebijakan publik khususnya dengan isu-isu yang terkait lingkungan.

Bukan kali pertama saya kesini. Ini kesekian kalinya datang ke kantor inisiatif. Tapi, baru kali ini saya menulis tentang tentang tempat ini. 

Sambil menunggu, tiba-tiba teringat dulu pertama kali datang kesini. 

Proyek Pengembangan Aplikasi yang Gagal?

Saya lupa hari dan bulannya, tapi seingatku sekitar tahun 2018.

Pada tahun itu, saya menerima dan mengerjakan proyek pengembangan perangkat lunak untuk sebuah kelurahan yang berada di kota Sumedang, Jawa Barat. Proyek pembuatan perangkat lunak untuk memudahkan dalam mengajukan perijinan. Dari tingkat RT, RW, hingga kepala desa.

Sampai saat ini, saya masih ingat. Lokasinya dipinggir jalan utama Bandung-Sumedang. Jadi, tidak terlalu sulit untuk mencari lokasi itu. Jarak tempuhnya pun, mungkin kurang dari 2 jam perjalanan.

Saya tidak mendapatkan proyek itu secara langsung. Tapi, dari seorang teman. Namanya Haidar. Dia yang menawari saya untuk bergabung di timnya. Dan, saya menyetujuinya,

Tugas saya hanya mengerjakan apa yang sudah dirancang. Teknologi yang digunakan, struktur database, dan infrastruktur sudah ditentukan dan sediakan. Yang perlu saya kerjakan adalah membuat kode agar rancangan itu terwujud. Hasil akhir dari proyek tersebuth adalah sebuah aplikasi berbasis web dan app android.

Untuk mengerjakan proyek itu, saya dipinjamkan sebuah laptop. Leonvo thinkpad yang dibekali procesor i5, memory 4gb.  Untuk kapasitas hardisk, saya lupa. Yang saya ingat, masih menggunakan HDD.

Saya cukup senang walaupun hanya dipinjami laptop. Saya belum punya laptop waktu itu.

Di tim itu, ada seorang teman yang mengurusi marketing. Saya lupa namanya. Tapi, jika bertemu pasti ingat. Sesuatu hal yang biasa pada manusia pada umumnya. Jarang ingat nama. 

Proyek itu tidak berjalan mulus. Pembayaran yang macet yang menyebabkan saya dan tim pun jadi tidak punya tenaga untuk melajutkan dan mengerjakan proyek itu.

Selain itu, teman saya sakit. Penyakit lama yang dideritanya kambuh. Proyek menjadi tidak terurus dan berjalan tanpa leader. Dan, saya berpikir bahwa proyek ini pasti kacau. Kemungkinan, sedikit kemungkinan saya akan dibayar.

Pertemuan Pertama dengan Pak Dani

Setelah berjalan hampir dua bulan, saya merasakan tanda-tanda ada sesuatu yang tidak beres. Progress proyek sudah jarang ditanyakan. Pembayaran yang tidak ditepati. Tapi, saya waktu itu tidak terlalu khawatir karena saya memegang laptop.

Salah satu tandanya adalah pembayaran yang dijanjikan tidak kunjung ditepati. Selain itu, teman saya sudah jarang menanyakan progress proyek ini.

Dan, suatu hari saya mendapatkan kabar yang seolah-olah mengkonfirmasi apa yang saya rasakan. Teman yang mempekerjakan saya, sudah tidak mau tahu tentang proyek itu. Dia hanya fokus dengan penyembuhan penyakit yang dia derita. 

Saya sebenarnya sudah tahu penyakit yang dia derita. Jadi, saya tidak kaget setelah mendengar kabar itu.

Teman saya itu menderita penyakit mental. Saya tidak menebak-nebak. Tapi, saya mendengar langsung. Dia yang menceritakan sendiri. Tapi, saya berpikir positif. Mungkin, suatu hari nanti akan sembuh.

Nyatanya, penyakit itu kambuh lagi. Saya tidak tahu apa yang menjadi pemicunya.

Tentu, ini membuat saya dan rekan yang lain menjadi cemas. Berpikir, bahwa apa yang dikerjakan selama sebulan seperti sia-sia. Saya tidak mau seperti itu. Jadi, saya dan rekan yang lain memutuskan untuk menemui langsung dengan pak Dani.

Pak Dani mungkin bisa dibilang customernya Haidar. Ia yang memesan aplikasi itu kepada teman saya. Oleh karena itu, sebenarnya saya tidak punya tanggung jawab langsung kepada pak Dani. Jika seandainya proyek itu gagal, saya hanya berurusan dengan teman saya.

Saya malah berpikir lain. Pak dani, dalam pikiran saya adalah seorang kepala desa. Mungkin karena tema proyek itu adalah kelurahan, jadi saya berpikir beliau adalah lurahnya. Yang meng-inisiasi proyek pengembangan perangkat lunak. 

Pertemuan ke dua dengan pak Dani

Saya datang terlambat. Waktu saya dihabiskan dijalan untuk mencari sebuah alamat. Walaupun sudah dipandu dengan google map, tetap saja tidak mudah. Apalagi di perumahan.

Saya masuk. "Wah, kantor kelurahan ".

Alamat itu adalah tempat dimana saya dan teman, pak dani akan bertemu. Di pertemuan kedua itu saya akan membahas pembayaran. Kasarnya, saya meminta pencairan.

Kebetulan pada waktu itu, proyek yang saya kerjakan bersama pak dani adalah proyek software yang nantinya akan diterapkan di kelurahan, RT dan RW yang ada di salah satu kota di Jawa Barat. Proyek itu bermasalah. Masalah pembiayaan dan manajemen pengembangan. Yang terkhir ini, penyebab sudah diketahui.

Saya berdua dengan rekan untuk menanyakan soal keberlangsungan proyek pembuatan aplikasi. Saya ingin mengetahui apakah proyek akan dilanjutkan atau tidak.

Proyek itu tidak ada kaitannya dengan perkumpulan inisiatif, tapi kebetulan saya bekerja sama dengan salah satu dari mereka.

Pertama kali saya datang ke tempat ini, saya mengira ini kantor kelurahan. Bukan dari bentuknya, tapi itu hanya perkiraan saya.

Coba tebak, apa yang menyebabkan saya berpikir sepert itu?

Itu aja sih,

Setelah beberapa bulan kemudian, saya baru tahu kalo proyek softwere yang sedang saya kerjakan itu akan di install di kantor kelurahan sumedang. 

Saya lupa nama kelurahannya apa ya, tapi masih inget tempatnya sampai sekarang.

Saya pernah menceritakan ini kepada pak dani. Beliu hanya tersenyum meresponnya.

Selasa, 28 Juni 2022

Sungguh malang, akhirnya mereka semua mati!

Satu persatu akhirnya semuanya mati. Sungguh saya menyesal tidak bisa menjaga dan mengurus mereka dengan baik.

Ini kesekian kalinya anak kucing yang saya rawat semuanya mati. Tidak ada yang tersisa.

Dua kucing pertama, terindikasi cacingan. Saya melihat dari kotorannya yang mengandung cacing. Dari hari ke hari nafsu makannya berkurang, sering menyendiri, tidak lincah dan sering tidur.

Tapi dua yang terakhir, sungguh itu membuat bertanya-tanya soal sebab kematiannya. Padahal, pada malam hari sebelum kematiannya, kucing-kucing itu terlihat lincah. Tidak ada tanda-tanda sakit seperti dua kucing pertama.
Anak kucing yang warna hitam, ditemukan pagi-pagi sudah dalam keadaan lemas sekarat. Matanya sayu, dan tidak dapat berdiri. Bahkan, mengeongpun tidak bisa tapi masih bernafas.

Biasanya ketika mwlihat saya, kuxing ini yanv paling bawel. Minum susupu  sepertinya dia yang paling rakus. Tapi di pagi itu lemas dan tak berdaya.

Kucing satu lagi, yang warna putih saya lihat seperti tidak ada masalah. Minum susu banyak dan berjalanpun tidak terlihat lemas. Tapi memang ada yang aneh. Swring beejemur.

Biasanya kucing jarang bejemur lama-lama. Bahkan kucing dewasapun tidak melakukannya. Aneh memang kucing terakhir ini.

Taou, kucing yang sati ini lama swkali kalo saya perhatikan. Saya sudah bantu untuk memindahkam ke tempat tangbteduh, tetap balik lahi ke tempat asal.

Memang, malam hari saya sempat mendengar suaranya. Tapi, itu suara yang biasa saya dengar sebelumnya. Seperti sedang main.

Kempat anak kucing ini di dapat dari anak-anak yang biasa main di depan rumah. Entah dimana mereka mendapatkannya.

Ibu warung, tetangga saya yang buka warung, entah siapa namanya, pernah cerita bahwa pak roni membuang kucing, induk dengan anak-anaknya. 

Alasannya karena suatu hari saat di tinggal liburan kucing itu membuat kekacauan di dalam rumah. Piring di dapur banyak yang pecah, kasur bamyak kotoran. Itu yang mwmbuat pak roni dan istrinya murka dan penyebab kucing-kuxing itu dibuang.

Mendengar kabar dari tetangga yamg punya warung, bahwa itu mulik tetangga.
kuxing-kuxing tetangga yang memang sudah mau dibuang.

 Mereka mendapatkannya karena menemukan dubdus. Sepertinya memang mau di buang.

saya dapatkan dari anak-anak yang menitifpkan. Jadi, anak-anak kucing ini tadinya dibuang. Kemudian dipungut lagi oleh anak-anak. karena tidak diijinkan oleh orang tuanya, anak-anak itu akhirnya memberikan anak-anak kucing ini kepada saya.

Tidak secara langsung, tapi mereka sengaja menyimpan anak-anak kucing ini di depan rumah. Bilangnya nitip kepada anak saya.

Kamis, 23 Juni 2022

Kernel panik, what the fuck is this?

Tiba-tiba layar komputerku seperti ini:
dan disertai suara titttttt. 

"kenapa lagi ini komputer" sontak dalam hati menggerutu.

Saya sejenak memandangi layar komputer sambil mengamati tulisan apa yang ada di layar komputer itu. Di baris terakhir ternyata nampak tulisan "kernel panik".

Kejadian ini bukan kali pertama. Dulu, saat saya masih kerja di kantor pernah beberapa kali mengalami hal seperti ini. Biasanya muncul saat komputer booting atau saat pertama kali komputer dinyalakan. Tidak ada penanganan khusus, hanya restart atau mencabut dan memasang lagi kabel ssd. Setelah itu, komputer berjalan lagi seperti biasa.

Tapi, kali ini beda. Kejadiannya saat saya sedang menonton youtube, saat rehat sejenak dari pekerjaan.

Walaupun ini bukan yang kali pertama, tapi tetap ini membuat saya sedikit khawatir awalnya. Bagaimana tidak? ada banyak data-data penting tersimpan disana. Mulai dari dokumen-dokumen pekerjaan, ebook, foto-foto kenangan tersimpan disana. 

Saya khawatir komputer rusak dan data-data yang ada disana tidak bisa dibaca lagi. 

Istilahnya bad sector, yang mengakibatkan data-data yang ada di penyimpanan menjadi sulit lagi untuk di baca.

Saya coba restart kembali dan berharap komputer masih berjalan seperti biasa.

Beberapa saat kemudian, Alhamdulillah, komputer berjalan normal seperti biasa dan saya lanjut bekerja.

Kejadian ini masih menyisakan pertanyaan yang belum ketemu jawabannya. Malahan, pertanyaan ini sudah lama belum terjawab dari dulu semenjak saya masih kerja di kantor.

Oh iya, saat tulisan ini ditulis, saya sudah bekerja dirumah. Istilah populernya Work From Home (WFH).

WFH mulai populer semenjak virus covid19 merambah keseluruh dunia termasuk indonesia. Sehingga, hampir pemerintah di seluruh dunia menerapkan aturan agar masyarakatnya tetap berada di rumah.

Tapi, saya sudah melakukan itu di 2019.

Balik lagi ke masalah yang tadi, kernel panik, saya mendapat pelajaran bahwa jangan menyimpan data-data penting pada satu tempat. Mesti ada backup. Jaga-jaga jika terjadi sesuatu pada mesin itu.

Senin, 27 Juli 2015

Suasana Seminggu Setelah Lebaran, Ternyata Masih Sepi

Setelah Lebaran
Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-makan-sambil-duduk-di-sebelah-gerobak-toko-ponsel-3822430/


Rabu, 22 Juli 2015 adalah hari dimana orang-orang sudah mulai masuk kerja. Begitupun saya, sudah mulai masuk kerja pada hari itu.

Di hari pertama ini ternyata cuma beberapa orang yang masuk. Sementara yang lain mungkin masih berada di kampung halamannya atau dalam perjalanan arus balik. Suasana kantor masih cukup sepi di minggu ini. Bukan hanya kantor yang masih sepi, para pedagangpun baik itu yang berada di sekitar kantor atau kampus (karena kantor saya deket unpar) masih nampak sepi.

Di depan kantor tempat saya bekerja, ada warung nasi. Di tempat itu saya biasa makan siang. Harganya lumayan terjangkau jika dibandingkan dengan tempat-tempat lain. Selain itu, hanya butuh beberapa langkah dari pintu kantor.

Setelah jam istirahat, perut mulai keroncongan. Tapi, saya perhatikan ke kantin yang berada di depan kantor masih belum buka.

Jumat, 04 Januari 2013

Kamu bintitan? Coba Lakukan Cara Ini

Foto oleh Anete Lusina: www.pexels.com

Hari ini saya tidak masuk kerja. Tidak kemana-mana. Hanya diam di kosan. Bosan rasanya.

Kamu bisa tebak alasannya? ah sebenarnya saya malu sekali untuk menulis ini. Tapi, menulis ini bisa mengurangi rasa kebosanan itu.

Saya tidak tahu di daerah kamu disebutnya apa ya, tapi di sini, jawa barat, khususnya orang Sunda menyebutnya bintitan. 

Bintitan itu apa sih? 

Coba perhatikan gambar dibawah. Di kelopak mata, ada benjolan seperti di gigit serangga. Bukan bentol, tapi gatal. Bukan juga bisul, tapi terdapat nanah walaupun tidak sebanyak bisul.

Atau kalo kamu pengen tau istilah medisnya, kamu bisa baca artikel ini.

Tidak terlalu serius, tapi cukup menggangu. 

Ada mitos, kalo mata kena penyakit seperti itu, artinya orang itu suka ngintip. 

Semenjak saya masih bocil, di sekolah dasar, jika ada teman yang bintitan, itu akan jadi bahan ceng-cengan, atau bahan ledekan.

"cie, uda ngintip ya"

Entah dari mana asalnya menghubungkan antara bintitan dengan suka ngintip. Dari mana awal cerita itu.

Kalo menurut kamu gimana? Benarkah orang yang mempunyai penyakit ini itu merupakan orang yang suka ngintip?

Hey, kamu jangan berpikir saya suka ngintip. Berani sumpah, saya tidak suka ngintip. Kecuali cewe!! haha..

Eittss, just kidding.

Ah, tapi disini saya tidak akan membahas soal itu. Di sini saya akan berbagi pengalaman, atau bahasa kerennya itu sharing ya-- bagaimana caranya mengobatinya.

Jadi, kalo kamu sekarang sedang mengalami hal sama, bintitan seperti saya, tidak ada salahnya untuk mencoba cara ini. 

Cara mengobati bintitan

Ok, langsung aja ya. Berikut tips yang bisa kamu coba untuk mengobati mata bintitan.

Bahan-bahannya cukup mudah di dapat karena saya yakin di rumah kamu juga pasti selalu ada. 

"Apa itu?" hanya garam dan bawang putih.

"Serius?"

Beneran, hanya itu. Kamu pasti punya kan di rumah? pastilah. Ibu kamu pasti menggunakannya setiap hari untuk masak.
 
Oya perlu diperhatikan, saya menyebut air garam itu bukan berarti air laut ya. Tapi, air jernih dicampur garam.

Ingat air jernih, bukan air putih.

Saya melihat air berwarna putih itu biasanya air sabun. Air bekas rendaman cucian. Air ini jangan kamu pake. Bisa-bisa nambah bengkak.

"Ah, becanda mulu nih Kang Atang" nampaknya kamu sudah tidak sabaran.

"Langsung aja deh Kang, gimana caranya?"

Oke-oke..

Pertama, tuangkan garam ke dalam air. Jangan dibalik. Air di tuangin ke garam. Bisa-bisa ibu kamu marah.

"Soal takaran gimana?"

Takaran antara air dengan garam itu, kira-kira satu sendok untuk satu gelas air. Ya, silakan kamu dikira-kira. Tapi, jangan sampai garamnya lebih banyak dibanding airnya.

Kenapa? ya perihlah haha.

Oh iya, saya lupa. Airnya yang anget ya.

Setelah itu, kompres di bagian mata yang bengkak dengan air yang sudah di campur dengan garam. 

Setelah dikompress, oleskan bawang putih ke area mata yang bengkak.

Apa yang terjadi setelah diolesi bawang putih?

Perihnya minta ampunnn coyy. Bahkan saya sampai guling-guling nahan panasnya.

Jadi, siapkan mentalmu sebelum mencoba cara ini.

Sebenarnya hanya itu sih yang ingin aku share kali ini. Tapi, kalo pengen tahu lebih lanjut mengenai apa yang jadi penyebab bintitan, silakan lanjut membaca.

Penyebab Mata Bintitan

Ada yang mengatakan bahwa penyebab bintitan itu salah satunya yaitu karena kurang tidur. Saya lupa dapat dari mana informasi itu. Tapi, kayanya dari website. Lupa saya link halamannya.

Tapi, kalo saya, memang akhir-akhirnya kurang tidur.

Saya pernah menemui dokter untuk menanyakan hal ini. Menurut beliau, itu ada debu masuk, sehingga ada penyumbatan. Jadi, di kelopak mata kita itu ada semaca lubang, tapi sangat kecil. Saya sehari-hari sering pake motor, tapi ketika berkendara kaca helmnya sering saya buka. Sehingga mata kontak langsung dengan udara jalanan yang tidak jarang bahkan dapat dipastikan banyak debu berterbangan. Mungkin debu-debu itu hingga di kelopak mata saya, menumpuk dan akhirnya tersumbat.

Mirip seperti jerawat ya.

Oya mungkin penjelasan mengenai penyebab bintitan ini bisa jadi kurang tepat atau bahkan keliru. Oleh karena itu, saya sarankan untuk membaca dari sumber yang lebih kredibel. Salah satunya bisa kamu kunjungin situs aladokter.com.

Senin, 26 November 2012

Apa yang harus saya kerjakan .?

Di senin ini, saya masuk pukul 09.30.

Ya, saya terlambat 30 menit. Harusnya masuk 09.00. Memang, itu kebiasaan buruk. Harusnya diperbaiki.

Tiba di kantor, mulai menyalakan komputer dan mulai cek todo list untuk minggu ini.

Ternyata, belum ada pekerjaan yang di alamatkan pada saya. Bukan tidak ada pekerjaan, tapi mungkin belum.

Bosan sekali jika terus-terusan hanya menatap layar komputer, browsing, nonton youtube. Untuk mengisi waktu, saya baca berita, nonton youtube, buka social media dan browsing-browsing tanpa tujuan. Akhirnya, mata lelah, pikiran juga lelah dan bisan.

Dari kebosanan itu, saya mulai menulis ini.

Mungkin kamu bertanya begini:

"Ko, bisa tidak ada kerjaan?"

Ya, memang begitulah. Semua pekerjaan yang di targetkan minggu lalu sudah kelar semua. Alhamdulillah.

Atau bisa jadi bukan tidak kerjaan, tapi belum ada yang assign saya kerjaan.
Saya yakin ada kerjaan, tapi belum di-assign ke saya. Bisa jadi atasan sedang sibuk hingga belum sempat membuat todo list untuk minggu ini.

"Kenapa inisiatif menanyakan langsung ke atasan?"

Sudah, "tunggu ya" jawabnya.

Ok, sambil nunggu atasan, saya tanya bagaimana perasaanmu ketika senin tiba?

Senin, mungkin ada sebagian orang ada yang membencinya, tapi ada juga ada yang menyukainya. 

Kebanyakan orang, memulai pekerjaan pada senin. Umunya mereka merupakan pekerja kantoran. Sementara, bagi orang-orang selain itu seperti tukang ojek, sopir angkot, ojek online mungkin tidak mengenal hari libur, sehingga tidak ada bedanya antara hari senin dengan hari lainnya.

Kalo aku kadang-kadang ada di keduanya. Kadang-kadang males, tapi lain waktu semangat lagi.

Kenapa malas, adakah penyebabnya?

Tentu. Macet di perjalanan yang membuatku malas. Panas, keringat, debu jalanan, mungkin kamu pernah merasakannya juga. Di rumah sudah mandi, seger. Eh sampai di kantor panas, keringat, dan bau knalpot.

Jangan ditanya waktu perjalananan, sudah pasti memakan waktu yang relatif lama dari biasanya. Padahal jaraknya tidak begitu jauh.

Ya, memang betul macet tidak hanya terjadi pada senin, tapi juga di hari-hari yang lain. Jum'at, sabtu, minggu di bandung selalu macet. Oleh karena itu, sabtu atau minggu jarang saya liburan, hanya keluar sekitaran rumah. 

Kenapa tidak meminta saja kepada atasan anda .? ucap anda. Ya., mungkin anda anggap saya orang yang tidak kreatif. Terus terang, saya juga ingin melakukan hal tersebut. Ingin sekali mengatakan, "Pak.., ada yang bisa saya bantu, hari ini saya tidak ada pekerjaan". Hm.., tapi tau kah kawan, kebetulan hari ini, sedang sibuk. Jadi saya bingung harus meminta pekerjaan kepada siapa .? Ah.., dari pada bingun-bingung, ya sudahlah saya memutuskan untuk menuliskan artikel ini.

Selasa, 25 September 2012

Jujur! Itu Lebih Baik daripada Menghindar

Sayang sekali, hari yang ditunggu-tunggu ini tidak memberikan harapan. Saya sudah janji hari ini mau bayar kosan. Tapi, dengan terpaksa harus ditunda.

Perasaan? Ya tentu malu lah.

Tapi, ya mau gimana lagi saya harus terima keadaan ini. Kondisi benar-benat tidak ada uang, jadu apa yang harus dibayarkan? sama sekali tidak ada uang, bahkan untuk makan pun mungkin hanya cukup untuk beberapa hari lagi.

Malum saya kerja belum lama. Baru sekitar 3 atau 4 bulanan. Selain itu, sayapun melamar kerja disaat belum bena-benar dinyatakan lulus. Saya masih menyusun tugas akhir atau skripsi.

Untungnya, ibu kos bisa memahami dan mau menerima permohonan saya untuk mengundur pembayaran uang kos.

Entah kenapa, uang gajian belum ditransfer juga hingga hari ini. Padahal ini sudah lewat dari 3 hari setelah harinya. 

Saya curiga sepertinya ada masalah di manajemen atau perusahaan. Entah itu ada yang korup atau memang perusahaan sedang tidak stabil. Saya belum tau.

Ini bukan kali pertama, tapi ini kesekian kalinya. Sehingga kadang ada keinginan unruk mengundurkan diri dan mencari atau melamar lagi ke perusahaan lain.

Kenapa tidak segera keluar? Antara malas, tidak pede dan belum punya ongkos kalau-kalau nanti ada panggilan kerja.

Emang sebegitu parajnya keuangannya? Ya, pada saat itu memang entaha kenapa tikda bisa megangbuang dengan benar.

Harusnya, hari ini tu sudah gajian. Setiap bulan biasanya ditransferkan pada tanggal ini, 25. Entah kenapa, kabar yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang.

Sekarang, 25 Septermber 2012. Hari yang ditunggu-tunggu. Banyak mengatakan tanggal segini itu adalah tanggal tua. Hari-hari dimana harus menghemat nagi para pekerja.

Ya, betul. Hari ini gajian.

Bagi saya dan teman-teman sekantor, hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu. Kenapa? Ya karena ini adalah hari dimana di transferkannya gaji bulanan. Mungkin bukan saya saja yang punya persaan seperti ini, saya yakin Anda juga dapat merasakan hal yang sama ketika waktu gajian tiba.

Memang, bukan harinya yang ditunggu, tapi uangnya itu, benarkan ? Mungkin ada belum bayar kosan, beli sesuatu, or emang uang bulanannya sudah habis. Tapi, bagaimana pada hari yang dinanti-nanti ini transferan belum ada, atau dengan kata lain transferannya ditunda ? Hm.., bagi yang punya kebutuhan mendesak mungkin situasi seperti ini agak sedikit memusingkan.

Saya punya pengalaman dengan situasi seperti ini. Begini ceritanya, tapi jangan tidur ya pemirsa hehe.

Kala itu, 3 hari sebelum kontrakan saya habis, Ibu kos sudah memperingat. Saya jawab gak punya uang, terus berjanji tanggal 25-nya akan dibayar. Ibu kospun memberikan kebijaksanaan. Allhamdullilah saya lega. 

Waktupun berangsur dengan cepatnya, tak terasa sudah tanggal 25. Saya mengharapkan gaji sudah ditransfer. Biasanya tengah hari, uang sudah di transfer ke rekening. Tetepi, kala itu transferpun belum juga ada. Saya belum berhenti berharap samapi disitu dan menunggunya sampai jam pulang kantor tiba. Sayapun kembali mengecek saldo, ternyata tak ada perubahan. Tentu saya bingung, ini ada apa? Apakah e-bankingnya yang error, atau memang belum ditransfer? Sayapun langsung kontak ke bagian keuangan, dan memang belum di transfer dan katanya tunggu 2 hari. Hmm.,,saya tidak berkata apa-apa lagi, tapi yang saya pikirkan saat ini adalah bagaimana saya membuat alasan ke Ibu kos.

Sebelum ibu kos datang dan meminta uang kontrakan lebih dulu, maka pagi-pagi berinisiatif untuk mendatanginya lebih dahulu dan menceritakan apa yang terjadi kemarin. Saya bilang seperti apa kata bagian keuangan tadi, bahwa uang gaji akan diberikan kira-kita 1 atau 2 hari lagi. Allhadullilah, diapun mengerti.

Satu dua hari belum masuk ada transferan. Tentu, ini membuatku resah dan khawatir.

Hah.., memang jadi kesal juga dan jadi membuat saya malas untuk pergi ke kantor. Tetapi saya tidak berbuat apa-apa lagi kecuali harus melakukan sesuatu untuk memenuhi janji saya kepada ibu kos. Allhamdullilah kala itu saya masih punya handphone samsung champ duos. Jika handphone ini dijual, masih bisa menutupi untuk bayar kos. Tak apalah jika pake handphone butut juga, yang penting bisa tidur nyenyak dikontrakan.

Mungkin itu cerita saya, bagaimana dengan Anda ..??

Sabtu, 22 September 2012

Ciumbuleuit, Daerah Wajib Kamu Coba untuk Nongkrong Sambil Menikmati Indahnya Pemandangan

Acara malam mingguan kali ini adalah pergi ke punclut. Kamu pernah denger daerah ini ?

letaknya di daerah ciumbuleuit Bandung. Saya berangkat setelah magrib melalui jalan ciumbuleit, karena memang jalan paling dekat dengan tempat tinggal saya.

Sebenarnya, menuju tempat tersebut dapat melalui dua jalan utama, yaitu lembang dan ciumbuleuit. Dari tempat saya, Jl Setia Budi Bandung, tentu melalui ciumbuleuit adalah jarak yang paling dekat untuk menuju kesana. Jika datang dari arah subang, tentunya Anda bisa masuk melalui terminal Lembang.

Menurut saya, jika melalui lembang, jalannya sangat mengerikan. Anda harus mengecek rem kendaraan Anda sebelum menggunakan jalan itu. Banyak tanjakan dan turunan yang sangat tajam sekali. Anda harus hati-hati jika melalui jalan ini.

Kondisi jalan di jalan ciumbuleuit saat itu memang sedang ada perbaikan. Jadi, kondisi lalu lintas jalan tersebut sedikit kurang lancar.

Setiap malam minggu dan hari minggu, tempat tersebut selalu ramai didatangi pengunjung. Menurut saya, tidak ada yang istimewa di tempat tersebut. Jika diperhatikan, sepanjang jalan tersebut hanya terdapat tempat-tempat makan. Mungkin yang membuatnya berbeda adalah tempatnya yang diatas bukit. Jadi, sambil menikmati hidangan makan, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan bukit di sekitarnya.

Saya coba mengunjungi salah satu tempat makan dan hanya memesan ayam goreng dan pete. Saya pikir harga pete tersebut adalah sama seperti pada umumnya. Paling mahal mungkin Rp. 5000. Saat itu, saya pesan 2 pete untuk digoreng. Bisakah Anda menebak berapa harga pete tersebut .? Hm.., harganya adalah Rp. 7000. Jadi, 2 papan adalah Rp. 14.000. Menurut saya, memang agak sedikit mahal.

Setelah menunggu beberapa saat, pesananpun tiba. Pramusaji menyediakan dua buah gelas dan dua buah mangkok, satu boboko yang terlihat nasi berwarna merah, satu tempat yang berisi lalapan (daun singkong, salad, dan mentimun), dan satu tempat yang dipakai untuk ayam bakarnya.

Tempat yang saya maksud tersebut adalah anyaman bambu yang berbentuk seperti piring. Ketika anda makan disana, tidak akan diberikan piring kecuali diminta. Semua makanan disimpan pada anyaman berbentuk piring tersebut yang beralaskan kertas nasi. Saya tidak tahu apa itu namanya. Apakah Anda tahu ?

Sekitar pukul 08.00, saya bergegas untuk pulang. Calon istri saya  menuju ke kasir menanyakan berapa tagihannya. Bisakah anda tebak berapa total semuanya ? saya hanya memakan makanan yang saya sebutkan diatas. Total semuanya adalah Rp. 32.000. Hm.., bagi saya adalah terlalu mahal.

Tetapi, saya merasa kagum dengan masyarakat disana. Mereka dapat memanfaatkan keadaan lingkungannya yang terdiri dari bukit-bukit menjadi daya tarik pengunjung. Meskipun makanannya menurut saya biasa saja, tetapi mereka sampai hari ini tidak kehilangan pengunjung. Anda penasaran, silahkan berkunjung kesana.

Kamis, 20 September 2012

Bagaimana Cara Mengatasi Kebuntuan Saat Menulis

Hari ini, kamis tanggal 20 September 2012 adalah postingan pertama saya diblog ini. Saat ini, saya tidak tahu apa yang harus saya tulis, jangankan untuk satu paragraph, satu atau dua kalimat saja rasanya sulit sekali. Oleh karena itu, saya buat blog ini dan memulai lagi untuk membiasakan menulis.

Saya ingin menulis, tapi apa yang harus saya tulis dan bingung harus mulainya dari mana. Atau Saya punya ide tetapi bagaimana cara menuliskannya. pernahkan anda mengalami keadaan seperti itu ? Jika ya, itulah keadaan yang saya alami saat ini.
Ide itu datang dan pergi begitu saja. Oleh karena itu harus cepat-cepat dituangkan dalam tulisan agar ide itu terikat.

Saya coba untuk terus menulis. Apapun itu yang ada dalam pikiran, saya tuangakan segala yang ada dalam pikiran saya melalui dalam tulisan ini. Jika saya mentok, saya akan "saya mentok, gak tau mau menulis apa lagi". Atau jika memang tidak ada sama sekali dipikiran anda, yang hanya ada kosong, tulislah. "Pikiran saya saat ini sedang kosong, bisakan kalian memberi ide, oh ide dimana kamu berada, gerakan jari-jemariku". Seperti itulah yang saya lakukan ketika dalam keadaan gak tau apa yang mau ditulis dan tanpa sadar akhirnya jadilah tulisan ini.

Saya teringat waktu mencari buku di Gramedia Book Store, di Jalan Merdeka Bandung. Saat itu, saya pernah baca suatu buku tetapi tidak ingat apa judulnya, yang jelas buku tersebut membahas tentang dunia penulisan. Di buku tersebut penulisnya menyebutkan "Jika anda ingin menjadi penulis, maka mulailah menulis. Jika anda kehilangan ide untuk ditulis, maka tulislah apa yang ada dalam pikiran Anda saat ini. Setelah itu, biasanya bermunculan ide untuk ditulis". Sayapun tidak sadar ternyata apa yang saya tulis jumlahnya sudah dua paragraph, dan ini adalah paragraph ketiga.

Awalnya, Judul dari postingan ini adalah "Ini adalah postingan pertama saya di blog ini". Saya tidak tahu apa yang harus saya tulis saat itu, tetapi saya ingin menulis. Cara saya untuk mengatasinya adalah dengan menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya. Anda tidak perlu memikirkan bagaimana susunan kalimatnya, keterkaitannya satu dengan yang lainnya dan sebagainya. Saat kondisi seperti itu, tulislah.