![]() |
| Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-makan-sambil-duduk-di-sebelah-gerobak-toko-ponsel-3822430/ |
Di hari pertama ini ternyata cuma beberapa orang yang masuk. Sementara yang lain mungkin masih berada di kampung halamannya atau dalam perjalanan arus balik. Suasana kantor masih cukup sepi di minggu ini. Bukan hanya kantor yang masih sepi, para pedagangpun baik itu yang berada di sekitar kantor atau kampus (karena kantor saya deket unpar) masih nampak sepi.
Di depan kantor tempat saya bekerja, ada warung nasi. Di tempat itu saya biasa makan siang. Harganya lumayan terjangkau jika dibandingkan dengan tempat-tempat lain. Selain itu, hanya butuh beberapa langkah dari pintu kantor.
Setelah jam istirahat, perut mulai keroncongan. Tapi, saya perhatikan ke kantin yang berada di depan kantor masih belum buka.
Sementara aku hanya bawa bekal nasi. Maksudku, tanpa lauk pauk. Bayangkan bagaimana rasanya jika makan tanpa lauk pauk. Tentu kurang enak ya, kecuali nasi tersebut dibuat nasi goreng.
Aku keluar dan menyalakan motor untuk mencari teman nasi (lauk pauk). Hari ini aku ini aku ini makan ayam goreng krispi. Biasanya, tukang ayam goreng krispi ini berjualan di depan kampus Unpar. Tapi, setelah aku sampai ke tempat itu, yang ada hanya gerobak. Mungkin, penjualnya masih berada di kampung halamannya atau perjalanan pulang lagi ke Bandung.
Aku coba menyurusi jalan ciumbuleuit sampai ke gandok, perempatan lampu merah. Seingatku, ada tukang ayang goreng krispi di depan salah satu hotel deket gandok. Tapi, aku tidak melihatnya. hm,, mungkin aku harus ganti menunya, pikirku.
Sebenarnya yang berjualan banyak, tapi yang aku perhatikan kebanyakan dari mereka itu adalah tukang baso. Sempat aku berpikir, apakah sebaiknya aku beli baso saja ? Tapi, beberapa terakhir ini aku terlalu banyak makan mie. Demo menjaga kesehatan, akhirnya aku memutuskan untuk tidak membeli baso walaupun sebenarnya aku kepengen banget beli baso.
Dari gandok aku balik arah ke arah selatan yaitu ke arah terminal ciumbuleuit. Di terminal tersebut ada salah satu perguruan tinggi keperawatan, tapi aku lupa namanya. Ternyata, sampai di tempat tersebut, suasana gak jauh berbeda dari sebelumnya. Sejauh mata memandang, tukang baso paling dominan. Mulailah aku tergoda lagi. Tapi, untunglah ada warung nasi di antara dua tukang baso yang ada di ujung terminal. Alhamdullilah, ahirnya ketemu juga pikirku.
Aku parkirkan motorku di depan warung nasi tersebut dan mulai berpikir "mau beli apa ya?". Hm, aku mulai bingung mau beli apa ? Untunglah sedang mengantri, jadi aku punya waktu untuk berpikir. Seteah beberapa saat, akhirnya aku putuskan membeli ayam sambal ijo dan gorengan jagung. Tidak ada alasan untuk memutuskan membeli ayam, hanya insting. Aku merasa, ayam tersebut sepertinya enak.

0 komentar:
Posting Komentar