Tampilkan postingan dengan label Menulis Mengalir Lancar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis Mengalir Lancar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2022

Semua proposal ditolak? Santai aja lahh

Ya, disikapi seperti itu saja. Jangan terlalu serius dipikirkan.

Yang paling penting, jaga agar tetap semangat.

Sampai hari ini, 22 juni 2022. Belum ada satu project yang berhasil masuk atau berhasil tembus. Tidak ada proyek, tidak ada pemasukan. Untungnya, saya masih bekerja dan mendapatkan gaji bulanan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Semua peluang, mulai dari pengembangan aplikasi servey penyakit menular dari Perkumpulan Epidemologi Indonesia, Library Undang-undang hukum untuk Propam Jabar, sampai dengan pengajuan upgrade Sistem Informasi di BPR. Sebagian ditolak, sementara lainnya dibatalkan.

Berbisnis memang begitu. Hari ini rame, besok belum tentu. Omset kadang naik, kadang turun. Tidak selamanya untung, tidak selamanya rugi.

Kecewa? Ya pastilah. Tapi, gak usah terlalu berlebihan. Saya berusaha untuk mencari sisi positifnya.

Foto oleh Kat Smith

Bisa jadi, mungkin saya kurang begitu mahir dalam menyusun proposal, copy writing, negosisasi, atau teknik-teknik marketing lainnya. Sehingga, client tidak tertarik dengan tawaran saya dan memilih compotitor.

Ya, dari sini saya melihat masih banyak kekurangan yang ada dalam diri. Sehingga, menuntu untuk selalu belajar. Tidak boleh berhenti dan merasa cukup dengan yang ada saat ini.

Kalo dalam ilmu, itu diperbolehkan untuk merasa tidak puas. Tentu dengan tujuan untuk terus memperbaiki diri dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Bukan untuk pamer, atau untuk agar menang dapam perdebatan.

Berbeda dengan tidak puasa dalam mengejar harta, ilmu tidak bertepi. Dampaknya tidak seburuk seperti dalam mengerjar keduaniaan. Harta, uang, pangkat atau jabatan itu terbatas. Sehingga yang terbatas itu membuat orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Ada cara yang baik, tidak sedikit juga dengan cara yang tidak baik.

Balik lagi tentang bisnis,

Sekarang saya punya banyak waktu untuk menimba ilmu-ilmu baru, terutama ilmu tentang bisnis. Dari mulai branding, menentukan atau mencari market yang potensia, copy writing, dan masih banyak lagi.

Itu salah satu sisi positifnya. Masih ada sisi-sisi lain seperti punya waktu yang banyak dengan keluarga, mengajar anak dan lain-lain.

Jadi, tidak perlu kecewa berlebihan bila sesuatu tidak memenuhi apa yang kita inginkan. Ambillah sisi positifnya. Ingat, tidak semua yang keluar dari pantat ayam itu adalah tai, tapi sewaktu-waktu kadang telur yang keluar. Yang penting adalah menjaga agar tetap semangat dan sabar.

Selasa, 28 Juni 2022

Bagaimana cara menulis agar bisa mengalir dan lancar?

Mengatasi writer's block
Sumber: Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Tulislah apa yang ada dalam kepala kalian atau perasaan hati, apa yang sudah tercerap oleh panca indra, mendengar pendapat orang, atau tanggapan kamu terhadap suatu masalah, gagasan, pendapat dan lain sebagainya.

Hanya itu, tidak ada resep khusus atau ritual khusus untuk dapat lancar menulis selain segera menulis.

Pasti ini sering dialami oleh siapapun. Sulit untuk menemukan ide. Apalagi penulis baru awal-awal belajar menulis. Jadi, kalian tidak sendiri. Termasul saya pun sering mengalami itu.

Saya sudah mencoba membuat artikel selama 30 menit, namun ternyata gak pernah bisa menyelesaikannnya. Pernah saya alami itu. Tidak ada sesuatu pun yang saya tulis selain saya melihat layar kosong dan kedipan kursor.

Saya sudah menerapkan ide sederhana ini, dan saya pun reletif lebih lancar dari sebelumnya.

Saat menulis, fokuslah menulis. Apa yang kita pikirkan, langsung tuliskan. Apapun itu. Kita gak usah memikirkan dulu kata-kata apa yang tepat atau menghapus dengan segera kata-kata yang kiya anggap kurang bagus, gak enak dibaca dan lain sebagainya. Teruslah menulis.

Apa yang terjadi kalo kita sedikit-sedikit melakukan edit. Saya yakin tulisan kalian gak akan pernah selesai. Coba pisahkan antara kegiatan menulis dan mengedit. Biarkan mengalir semua sampai dirasa tidak ada lagi yang ingin kalian tulis. Jangan pedulikan dulu soal typo atau salah ketik, tapi teruslah menulis.

Biasanya saya suka mengendapkan tulisan itu beberapa jam, satu hari atau kadang beberapa hari. Lalu, di lain hari saya mulai mengedit.

Kegiatan menulis itu merupakan aktivitas otak kanan. Jadi biarkan otak kreatif mencurahkan seluruh ide, jangan dulu di kritik. Biarkan gagasa itu mengalir apa adanya.

Pada dunia kepenulisan pun begitu, antara penulis dan editor itu memang di bedakan.

Rabu, 07 Agustus 2019

Ternyata dulu saya pandai becerita

Gimana rasanya ketika kalian ingin menulis, tapi setelah berada di depan komputer jadi blank. Tidak tahu apa yang akan ditulis.

Kadang, kalopun berhasil menulis kalimat pertama, bingung untuk melanjutkan kalimat selanutnya.

Apa persoalannya dan bagaimana solusinya?

Mungkin bagi penulis yang sudah berpengalaman akan tertawa jika terjadi seperti ini.

Tapi saya masih penulis pemula. Kadang dalam hati suka ada pertanyaan yang mungkin menggelitik bagi para penulis berpengalaman. "Bagaimana mencari ide tulisan?".

Tentu ini membuat saya kesal dan ingin sekali marah karena aku tidak dapat menghasilkan tulisan. 

Ya, memang sudah lama sekali aku tidak lagi menulis. Mungkin, sudah tiga tahun lebih. Padahal, dulu aku merasa gampang sekali membuat tulisan. Hm,, mungkin sudah mulai tumpul karena jarang aku gunakan.

Pagi ini, aku menemukan kembali semangat untuk menulis setelah aku sejenak membaca tulisan-tulisanku lima tahun lalu.

Blog ini jarang aku update. Entah kenapa gairah untuk nulis turun lagi.
Pagi ini, aku coba baca-baca lagi apa yang sudah aku tulis lima tahun yang lalu. Ternyata, tulisan-tulisan itu bagiku cukup menghibur dan aiu merasa bahwa sebenarnya aku ini pandau bercerita.
Ya, sempat aku frustasi.Walaupun aku sudah mencoba berulang kali untuk menulis, tapi tetap saja aku sering mengalami kemacetan. Semalam, aku mencoba untuk menuliskan sebuah tutorial, tapi sepertinya gak berhasil. Padahal, tutorial itu sangat sederhana. Tidak memerlukan banyak referensi. Tapi, entah kenapa tulisan itu mandeg. Disitu aku merasa kesal pada diriku sendiri.
Banyak penulis mengatakan, kuliahnya para penulis itu adalah membaca. Tere liye, asma, mereka adalah penulis terkenal, juga mengatakan hal yang sama. Beberapa hari ini aku mencoba banyak membaca agar banyak kosakata dikepalaku. Aku pikir, dengan beberapa hari dipenuhi dengan membaca, aku dapat lancar menulis, tapi ternyata tidak semudah itu. Aku masih sering macet.
Aku juga dengan apa yang aku tuliskan ini. Ternyata sudah banyak kalimat yang sudah aku muntahkan. Tak terasa sudah lebih dari satu paragraph. entah apa yang membuatku begini sehingga membuatku merasa sangat lancar sekali menulis.

Senin, 26 November 2012

Apa yang harus saya kerjakan .?

Di senin ini, saya masuk pukul 09.30.

Ya, saya terlambat 30 menit. Harusnya masuk 09.00. Memang, itu kebiasaan buruk. Harusnya diperbaiki.

Tiba di kantor, mulai menyalakan komputer dan mulai cek todo list untuk minggu ini.

Ternyata, belum ada pekerjaan yang di alamatkan pada saya. Bukan tidak ada pekerjaan, tapi mungkin belum.

Bosan sekali jika terus-terusan hanya menatap layar komputer, browsing, nonton youtube. Untuk mengisi waktu, saya baca berita, nonton youtube, buka social media dan browsing-browsing tanpa tujuan. Akhirnya, mata lelah, pikiran juga lelah dan bisan.

Dari kebosanan itu, saya mulai menulis ini.

Mungkin kamu bertanya begini:

"Ko, bisa tidak ada kerjaan?"

Ya, memang begitulah. Semua pekerjaan yang di targetkan minggu lalu sudah kelar semua. Alhamdulillah.

Atau bisa jadi bukan tidak kerjaan, tapi belum ada yang assign saya kerjaan.
Saya yakin ada kerjaan, tapi belum di-assign ke saya. Bisa jadi atasan sedang sibuk hingga belum sempat membuat todo list untuk minggu ini.

"Kenapa inisiatif menanyakan langsung ke atasan?"

Sudah, "tunggu ya" jawabnya.

Ok, sambil nunggu atasan, saya tanya bagaimana perasaanmu ketika senin tiba?

Senin, mungkin ada sebagian orang ada yang membencinya, tapi ada juga ada yang menyukainya. 

Kebanyakan orang, memulai pekerjaan pada senin. Umunya mereka merupakan pekerja kantoran. Sementara, bagi orang-orang selain itu seperti tukang ojek, sopir angkot, ojek online mungkin tidak mengenal hari libur, sehingga tidak ada bedanya antara hari senin dengan hari lainnya.

Kalo aku kadang-kadang ada di keduanya. Kadang-kadang males, tapi lain waktu semangat lagi.

Kenapa malas, adakah penyebabnya?

Tentu. Macet di perjalanan yang membuatku malas. Panas, keringat, debu jalanan, mungkin kamu pernah merasakannya juga. Di rumah sudah mandi, seger. Eh sampai di kantor panas, keringat, dan bau knalpot.

Jangan ditanya waktu perjalananan, sudah pasti memakan waktu yang relatif lama dari biasanya. Padahal jaraknya tidak begitu jauh.

Ya, memang betul macet tidak hanya terjadi pada senin, tapi juga di hari-hari yang lain. Jum'at, sabtu, minggu di bandung selalu macet. Oleh karena itu, sabtu atau minggu jarang saya liburan, hanya keluar sekitaran rumah. 

Kenapa tidak meminta saja kepada atasan anda .? ucap anda. Ya., mungkin anda anggap saya orang yang tidak kreatif. Terus terang, saya juga ingin melakukan hal tersebut. Ingin sekali mengatakan, "Pak.., ada yang bisa saya bantu, hari ini saya tidak ada pekerjaan". Hm.., tapi tau kah kawan, kebetulan hari ini, sedang sibuk. Jadi saya bingung harus meminta pekerjaan kepada siapa .? Ah.., dari pada bingun-bingung, ya sudahlah saya memutuskan untuk menuliskan artikel ini.

Kamis, 20 September 2012

Bagaimana Cara Mengatasi Kebuntuan Saat Menulis

Hari ini, kamis tanggal 20 September 2012 adalah postingan pertama saya diblog ini. Saat ini, saya tidak tahu apa yang harus saya tulis, jangankan untuk satu paragraph, satu atau dua kalimat saja rasanya sulit sekali. Oleh karena itu, saya buat blog ini dan memulai lagi untuk membiasakan menulis.

Saya ingin menulis, tapi apa yang harus saya tulis dan bingung harus mulainya dari mana. Atau Saya punya ide tetapi bagaimana cara menuliskannya. pernahkan anda mengalami keadaan seperti itu ? Jika ya, itulah keadaan yang saya alami saat ini.
Ide itu datang dan pergi begitu saja. Oleh karena itu harus cepat-cepat dituangkan dalam tulisan agar ide itu terikat.

Saya coba untuk terus menulis. Apapun itu yang ada dalam pikiran, saya tuangakan segala yang ada dalam pikiran saya melalui dalam tulisan ini. Jika saya mentok, saya akan "saya mentok, gak tau mau menulis apa lagi". Atau jika memang tidak ada sama sekali dipikiran anda, yang hanya ada kosong, tulislah. "Pikiran saya saat ini sedang kosong, bisakan kalian memberi ide, oh ide dimana kamu berada, gerakan jari-jemariku". Seperti itulah yang saya lakukan ketika dalam keadaan gak tau apa yang mau ditulis dan tanpa sadar akhirnya jadilah tulisan ini.

Saya teringat waktu mencari buku di Gramedia Book Store, di Jalan Merdeka Bandung. Saat itu, saya pernah baca suatu buku tetapi tidak ingat apa judulnya, yang jelas buku tersebut membahas tentang dunia penulisan. Di buku tersebut penulisnya menyebutkan "Jika anda ingin menjadi penulis, maka mulailah menulis. Jika anda kehilangan ide untuk ditulis, maka tulislah apa yang ada dalam pikiran Anda saat ini. Setelah itu, biasanya bermunculan ide untuk ditulis". Sayapun tidak sadar ternyata apa yang saya tulis jumlahnya sudah dua paragraph, dan ini adalah paragraph ketiga.

Awalnya, Judul dari postingan ini adalah "Ini adalah postingan pertama saya di blog ini". Saya tidak tahu apa yang harus saya tulis saat itu, tetapi saya ingin menulis. Cara saya untuk mengatasinya adalah dengan menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya. Anda tidak perlu memikirkan bagaimana susunan kalimatnya, keterkaitannya satu dengan yang lainnya dan sebagainya. Saat kondisi seperti itu, tulislah.