Tiba-tiba seekor ular nongol tepat berada di depan pintu keluar kamar.
"Astagfirullah" sontak saya kaget.
Sore itu, sekitar pukul 6 sore, saya hendak buang air kecil sekalian berwudu. Mungkin sekitar 10 menit setelah adzan magrib. Saya lupa itu hari apa.
Hanya setengah badan yang terlihat dan kepalanya menatap saya.
Warnanya hijau agak kehitam-hitaman, bentuk kepalanya sepertinya ular pohon atau air.
Saya tidak tahu namanya, tapi saya familiar dengan bentuknya. Pernah saya melihat ular seperti itu di chanelnya beberapa youtuber reptil seperti Dede Inoen atau Pandji Petualang.
Oh iya, posisi kamar kecil, ruang tamu dan kamar saya itu saling berdampingan. Memang kecil rumah yang kami tempati pada saat itu. Cukup untuk keluarga kecil kami yang hanya tiga orang.
Di samping kanan pintu kamar saya terdapat kursi ruang tamu sedangkan sebelah kiri pintu masuk kamar kecil yang biasa digunakan untuk mandi atau buang air kecil atau besar.
Ular itu sepertinya hendak menuju kamar kecil, tapi setelah kami berhadap-hadapan, ular itu balik arah ke ruang tamu.
Sepertinya benar apa yang dikatakan para youtuber reptiler itu. Ular pada dasarnya takut oleh manusia dan hanya menyerang jika merasa terancam.
Ular itu pun segera balik arah dan bersembunyi di balik kursi-kuris ruang tamu. Bisa jadi ia pun kaget atau merasa takut atau terancam.
Begitu pun dengan saya. Kaget? sudah tentu pasti. Dengan reflek, sayapun mundur naik ke atas kasur.
"Ada apa yah?" tanya istri saya.
Pada waktu itu, kami sedang berkumpul di kamar. Saya, istri dan anak saya.
"Gak ada apa-apa" jawabku mencoba untuk menenangkan.
Tapi, kegelisahanku tidak dapat disembunyikan. Akhirnya, saya memberitahu mereka.
"Barusan sepertinya ada ular"
"Ah, masa?" sedikit tidak percaya dan nampak kaget setelah saya bilang begitu.
"ular dimana yah?" anaku yang dari tadi asik main gem pun bertanya dengan penuh penasaran.
"Tadi, sepertinya ayah lihat ular di depan pintu" sayapun sedikit tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.
Dengan sedikit perasaan deg-degan, saya mencoba keluar.
Saya coba geser-geser kursi ruang tamu untuk memastikan ular itu memang ada atau hanya ilusi.
Dan ternyata memang betul, apa yang saya lihat tadi itu bukan ilusi. Tapi memang benar, rumah kami dimasuki ular.
Panjangnya sekitar 1,5 meter. Ular itu bersembunyi di balik kursi.
"Oh iya betul, ularnya ada disini" saya ngasih tau anak dan istri yang berada di kamar. Menunggu dengan penuh penasaran.
Anak saya mencoba untuk melihat langsung, tapi di cegah oleh ibunya.
"Disini aja, jangan kesana!" dengan tegas dan reflek mencegah anak saya yang baru 7 tahun itu turun dari ranjang untuk keluar dari kamar.
"matiin aja yah" istri saya dengan panik mengatakan itu.
"jangan, kali aja ini ular jadi-jadian" candaku, untuk mencairkan suasana.
Padahal, saya juga masih deg-degan pada saat itu.
Ular itu sepertinya tidak berbisa, tapi tetap saja saya tidak berani untuk memegang. Bukan ahlinya.
Saya mencoba ambil sapu untuk mencoba mengusirnya dari rumah. Tidak dengan cara kekerasan, misal dengan memukulnya. Tapi, hanya mendorong-dorong badannya agar keluar dari dari rumah.
Percobaan pertama tidak berhasil, ular itu malah lari ke arah lain. Tapi, masih di sekitar ruang tamu.
Saya buka pintu depan, kemudian saya panggil semua kucing. Mereka pun hampir semua masuk. Sebagian masih ada di luar pintu.
Melihat ada ular di ruang tamu, semua kucing pun mengelilinya. Mungkin mereka mengira itu mainan. Atau mungkin merasa bahwa itu merupakan ancaman? saya tidak tahu, tapi yang jelas mereka membantu saya mengeluarkan ular itu dari rumah.
Lucu jika diperhatikan bagaimana mereka mencoba mengeluarkan ular dari rumah. Semua mengeliling ular itu, kemudian di arahkan keluar menuju pintu.
Gak sampai disitu, tapi mereka juga mengejarnya sampai keluar dari rumah.
Terakhir saya lihat, ular itu masuk got depan rumah tetangga. Dan kucing-kucing itu masih mengejarnya.
Setelah ular itu pergi..
Saya tentu masih sedikit shok dengan apa baru saja terjadi.
Saya masih menyimpan pertanyaan yang sampai saat ini belum terjawab.
"Dari mana ular itu masuk?"
"Mungkinkah ia sedang mengejar mangsa? atau mungkinkah itu ular jadi-jadian?"
Tentu pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya gelisah sepanjang malam. Membuat saya sulit untuk tidur. Khawatir jika masih ada ular yang lain.
Untuk meringankan kekhawatiran saya, semua kucing saya masukan. Membiarkan mereka untuk tidur di dalam rumah.
Biasanya, saya mengeluarkan kucing-kucing itu. Tujuannya biar mereka terbiasa dengan alam. Agar insting berburunya masih ada. Sehingga ketika suatu hari mereka saya tinggal beberapa hari, mereka masih bisa bertahan hidup.
Tapi, malam itu saya membiarkan mereka tidur dalam rumah. Untuk menjaga kami sepanjang malam.
Terima kasih kucing-kucingku..

0 komentar:
Posting Komentar