![]() |
| Foto oleh Pixabay: https://www.pexels.com/id-id/foto/kursi-teater-merah-dekat-pilar-beton-putih-269140/ |
Saya tidak tahu..,
Saya bukan ahli dalam urusan agama.
Nonton bioskop itu haram karena ada musik dan tempat berkumpulnya antara laki-laki dan perempuan.
Pernyataan itu dinyatakan oleh ustad yang cukup populer di kalangan netizen. Ceramah-ceramahnya banyak di youtube. Pengikutnya pun banyak. Dari kalangan orang biasa sampai artis.
Tapi, sungguh, pernyataan ini belum dapat saya pahami dan mengusik nalar saya.
Bagaimana tidak? ada banyak tempat di mana antara laki-laki dan perempuan berkumpul atau berkerumunan. Coba perhatikan di pasar, mall, jalan, angkot, bus dan masih banyak lagi.
Kalo soal musik, memang sebagian ulama ada yang mengatakan haram, lainnya tidak.
Jika yang ditonton itu film bokep, saya bisa mengerti. Jangankan di pandang dari kaca mata agama, secara moralpun itu tidak boleh, dianggap tabu.
Yang nonton bokep itu biasanya sembunyi-sembunyi. Itu artinya, secara nurani juga manusia malu menonton tayangan seperti itu.
Apa lagi di pandang dari kaca mata agama. Saya yakin, mungkin semua agamapun akan melarangnya. Ditambah dengan melakukan kegiatan mesum. Sudah pasti itu haram. Tidak boleh.
Tapi kalo hanya sekedar ada unsur musik dan berkumpulnya laki-laki dan perempuan untuk melakukan kegiatan tertentu yang tidak dilarang agama, ini yang membuat saya bertanya-tanya. Mengusik nalar saya. Sehingga menimbulkan banyak pertanyaan.
Ada banyak hal yang mengandung unsur musik dan tempat berkumpulnya banyak orang, laki-laki dan perempuan. Entah itu di sekolah, gedung dpr, mini market, pasar dan masih banyak lagi.
Kita ambil contoh dalam melakukan perjalanan menggunakan bus. Di dalam tempat itu kita tidak bisa mengontrol siapa yang akan naik, entah itu laki-laki aja atau perempuan aja. Semua boleh naik, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan wariapun boleh naik. Asalkan mau membayar ongkos perjalananan.
Selain itu, ada tukang ngamen. Jelas, mereka memainkan lagu-lagu pake alat musik. Apakah mereka juga haram mencari nafkah dengan cara itu? Dan juga yang menumpang busnya jadi dosa karena ada tukang ngamen di dalamnya? Apakah kita perlu mengusir mereka baik secara halus atau kasar? Mereka sama-sama ibadah untuk menghidupi diri atau dan keluarganya.
Di pasar, baik tradisional atau modern. Pasti yang belanja itu bukan hanya laki-laki atau perempuan. Dari mulai yang pake jilbab sampai yang pake rok mini juga ada. Musik? Tak jarang kita juga denger musik disana, apakah itu artinya kita haram juga kesana?
Pernah ke toko gramedia? atau toko-toko buku yang lain yang cukup besar di kota kalian?
Perhatikan, hampir sama seperti pasar pasti ada laki-laki dan perempuan di sana. Musik? Oh pasti sering dengar. Biasanya musik-musik instrumental. Apakah dengan begitu tempat ini di haramkan?
Saya merasa kok beragama tu malah bikin ribet ya?

0 komentar:
Posting Komentar