Satu persatu akhirnya semuanya mati. Sungguh saya menyesal tidak bisa menjaga dan mengurus mereka dengan baik.
Ini kesekian kalinya anak kucing yang saya rawat semuanya mati. Tidak ada yang tersisa.
Dua kucing pertama, terindikasi cacingan. Saya melihat dari kotorannya yang mengandung cacing. Dari hari ke hari nafsu makannya berkurang, sering menyendiri, tidak lincah dan sering tidur.
Tapi dua yang terakhir, sungguh itu membuat bertanya-tanya soal sebab kematiannya. Padahal, pada malam hari sebelum kematiannya, kucing-kucing itu terlihat lincah. Tidak ada tanda-tanda sakit seperti dua kucing pertama.
Anak kucing yang warna hitam, ditemukan pagi-pagi sudah dalam keadaan lemas sekarat. Matanya sayu, dan tidak dapat berdiri. Bahkan, mengeongpun tidak bisa tapi masih bernafas.
Biasanya ketika mwlihat saya, kuxing ini yanv paling bawel. Minum susupu sepertinya dia yang paling rakus. Tapi di pagi itu lemas dan tak berdaya.
Kucing satu lagi, yang warna putih saya lihat seperti tidak ada masalah. Minum susu banyak dan berjalanpun tidak terlihat lemas. Tapi memang ada yang aneh. Swring beejemur.
Biasanya kucing jarang bejemur lama-lama. Bahkan kucing dewasapun tidak melakukannya. Aneh memang kucing terakhir ini.
Taou, kucing yang sati ini lama swkali kalo saya perhatikan. Saya sudah bantu untuk memindahkam ke tempat tangbteduh, tetap balik lahi ke tempat asal.
Memang, malam hari saya sempat mendengar suaranya. Tapi, itu suara yang biasa saya dengar sebelumnya. Seperti sedang main.
Kempat anak kucing ini di dapat dari anak-anak yang biasa main di depan rumah. Entah dimana mereka mendapatkannya.
Ibu warung, tetangga saya yang buka warung, entah siapa namanya, pernah cerita bahwa pak roni membuang kucing, induk dengan anak-anaknya.
Alasannya karena suatu hari saat di tinggal liburan kucing itu membuat kekacauan di dalam rumah. Piring di dapur banyak yang pecah, kasur bamyak kotoran. Itu yang mwmbuat pak roni dan istrinya murka dan penyebab kucing-kuxing itu dibuang.
Mendengar kabar dari tetangga yamg punya warung, bahwa itu mulik tetangga.
kuxing-kuxing tetangga yang memang sudah mau dibuang.
Mereka mendapatkannya karena menemukan dubdus. Sepertinya memang mau di buang.
saya dapatkan dari anak-anak yang menitifpkan. Jadi, anak-anak kucing ini tadinya dibuang. Kemudian dipungut lagi oleh anak-anak. karena tidak diijinkan oleh orang tuanya, anak-anak itu akhirnya memberikan anak-anak kucing ini kepada saya.
Tidak secara langsung, tapi mereka sengaja menyimpan anak-anak kucing ini di depan rumah. Bilangnya nitip kepada anak saya.
0 komentar:
Posting Komentar