Jumat, 04 Agustus 2023

Perasaan Khawatir Muncul ketika Mulai Usaha Lele

Perasaan was-was itu selalu ada. Kemarin mungkin lebih dari 20 ikan lele saya pada mati. Dan, saya beli lagi 20 ekor dengan ukuran yang lebih besar. Saya khawatir mereka akan mengalami hal yang sama.

Memang, begitulah usaha. Selalu dihantui rasa takut. Namun, bila tidak bertindak juga akan dihantui rasa penyesalan pada akhirnya. Jadi, saya akan ambil keputusan, dan sudah mempertimbangkan resiko gagalnya.

Ketika mulai usaha, tidak harus semuanya kita tahu. Yang penting belajar sepanjang perjalanan. Tidak ada yang menjadi usaha apapun tanpa resiko kegagalan. Yang penting, pertimbangkan terlebih dahulu kegagalan itu.

Saya mulai ternak lele untuk belajar sebelum produk lebih banyak. Dari belajar ini tentu ada banyak biaya yang perlu dikeluarkan. Sama seperti kita sekolah dulu. Namun, yang namanya belajar tidak terbatas pada pelajaran yang ada di sekolah. Keahlian apapun perlu waktu untuk bisa menguasainya.

Beternak lele merupakan sebuah keahlian. Tidak bisa asal. Perlu banyak pengetahuan yang perlu kita serap. Seperti bagaimana kita mengeloal air, pemberian pakan, pembibitan dan lain sebagainya. Semuan perlu waktu untuk belajar. 

Saya biasanya punya kebiasaan selalu menunggu sempurna untuk memulai sesuatu. Harus belajar ini. Harus belajar itu. Kadang, ide saya tidak terwujud atau tidak terlaksana karena ada banyak pertanyaan-pertanyaan, kritikan-kritikan dalam pikiran saya. Atau mengharuskan menunggu sampai keadaan benar-benar sempurna. Namun, saya menyadari sekarang, bahwa keadaan itu tidak akan pernah datang. Kebiasaan menunda hanya membuang-buang waktu.

Memang, dalam usaha itu perlu kesabaran. Tapi, bukan berarti sabar sampai situasi sempurna. Sabar yang diperlukan dalam usaha adalah ketika hasil tidak sesuai harapan. Adanya banyak masalah ketika dalam perjalan. Misal masalah modal atau masalah teknis-teknis lainnya.

Kita tidak dapat menghilangkan semua masalah itu. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana menghadapi dan menangani masalah-masalah tersebut. Caranya, yaitu dengan belajar tanpa henti. Terbuka dengan ide-ide dari luar. Atau, terbuka atas masukan-masukan dari luar.

Saat saat menulis ini, saya tidak sedang dalam suasana hati yang baik. Tidak tahu kenapa hati saya tidak enak. Seperti ada perasaan menggebu-gebu disertaik perasaan was-was.

Walaupun saat ini saya sedang mempelajari bagaimana berternak lele, tapi saya tidak akan mengabaikan kegiatan menulis. Saya sudah lama belajar mengulis. Mulai dari latihan sampai membeli buku-buku agar saya bisa terampil dalam membuat tulisan. Sekarang, saya sudah mulia terbiasa membuat tulisan. Dengan begitu, saya tidak akan menyia-nyiakan keterampilan ini. Harus saya rawat sampai bisa menghasilkan uang. Memberi manfaat minimal bagi sendiri.

Saya ingin usaha lele karena minimal bisa menjaga ketahanan pangan keluarga. Jika saya tidak bisa menjual hasil usaha lele itu, minimal saya bisa memakannya untuk keluarga. Jadi, masih ada manfaat walaupun sedikit. Harapan besarnya tentu untuk meningkatkan perekonimian keluarga. Harapannya saya mampu mengelola minimal 1000 ekor lele. 

Nampak kecil 1000 lele. Namun, itu bukan perkara mudah. Terutama modal. 

Saya tidak akan menyerah. Saya akan membeli semampunya terlebih dahulu. Tidak akan mikir terlalu jauh. Minimal saya bisa merawat lele-lele itu sampai besar, standar yang berada di pasaran yang siap di konsumsi.

Oh iya, saya belum menceritakan bagaimana saya bisa mendapat bibit lele.

Saya mencari bibit lele melalui tokopedia. Di tempat tinggal baru dan disekitarnya, saya belum tahu di mana tempat pengembang biakan lele.  Sehingga, cara yang paling mudah adalah dengan mencarinya melalui marketplace.

Ya, ternyata ada. Walaupun tidak banyak. Tapi, yang penting ada yang menyediakan.

Untuk harga bibit bervariasi. Tergantung pada ukurannya. Yang saya beli ukuran 11-14cm. Harganya 1000 per ekor. Di bawah itu lebih murah. Seperti bibit dengan ukuran 7-8cm, itu sekitar 550 per ekor.

Saya membeli dengan ukuran yang agak sedikit besar untuk menghindari resiko. Sebelumnya, saya pernah membeli bibit lele yang kecil, mungkin dibawah 5cm. Dan biasanya itu bukan untuk bibit. Tapi, untuk pakan ikan. Dengan tujuan belajar, saya membelinya. Tapi, pada akhirnya banyak yang mati.

Itulah yang membuat saya khawatir. Saya sudah mengeluarkan modal yang menurut saya relatif besar. Khawatir pembelian kedua ini berahir sama. Mati.

Hm, semoga tidak.

0 komentar:

Posting Komentar