Minggu, 13 Agustus 2023

Kegiatan di Pagi Hari, Minggu, 12 Agustus 2023

Hari ini saya bangun kesiangan. Saya tahu, itu kebiasaan buruk. Saya pun tidak menginginkannya. Tapi, entah kenapa, walaupun saya memasang weker, tetap saja saya tertidur pulas hingga hampir jam 7.

Memang, saya tidur terlalu larut. Sekitar pukul 00.30. Saya menghabiskan waktu untuk membaca buku, menulis, dan nonton TV.

Tapi, ya sudahlah. Itu bukan sesuatu yang disengaja. Kadang, saya juga sadar tidak sadar sudah bangun kemudian mematikan jam weker.

Ya, itu bisa jadi kesalahan saya. Mungkin sudah jadi kebiasaan sehingga agak sulit untuk merubahnya. Tapi, yang penting saya sudah bangun. Dan, ya menurut saya tidak terlalu siang. Masih bisa merasakan sinar matahari dan sejuknya pagi.

Ini sabut, hari libur. Apa kegiatan saya? masih sama seperti hari-hari biasa. 

Saya membersihkan halaman rumah. Bukan hanya disapu, tapi juga dipel. Ada banyak kotoran ayam. Kering maupun basah. Karena saya suka jemur pakaian di halaman rumah, khawatir kotor-kotoran itu menjadi debu kemudian nempek di jemuran. Saya pikir itu akan menimbulkan penyakit seperti gatal-gatal, jamur, dan penyakit kulit lainnya. Sehingga kegiatan membersihkan halaman rumah dengan cara di pel, disikat lantainya hingga bersih merupakan kewajiban. Demi menjaga kesehatan.

Selain itu, bila dibiarkan akan mengundang lalat. Itu menimbulkan kesan jorok. Bukan hanya di halaman rumah, lalat-lalat itu akan masuk ke rumah.

Bau kotoran juga akan menyengat bila tidak dibersihkan. Masuk ke ruangan rumah, ke dapur, ruang tengah, hingga kamar. Tentu itu akan membuat tidak nyaman penghuni rumah.

Halaman sudah selesai dibersihkan, lalu apa selanjutnya?

Saya menyiram tanaman. Mungkin kesannya tanaman saya banyak, tapi sebenarnya tidak, Hanya tanaman kangkung yang saya tanam sekitar seminggu yang lalu. Entah kenapa saya ingin mulai bercocok tanam kembali seperti tahun lalu, 2022. 

Sebenarnya, saya punya beberapa bibit tanaman. Bukan hanya kangkung. Ada tomat, cabe rawit, sawi, dan causin. Namun, untuk tomat dan cabe itu perlu media tanam yang lain. Saya hanya punya sekam bakar dan cocopit. Sementara untuk causin dan sawi, bibitnya sudah kadaluarsa. Sehingga setelah tiga hari saya semai, nggak ada tumbuh. Saya tergelitih dalam hati "Ya, pastilah nggak bakalan tumbuh."

Untuk cabe rewit, itu nggak bisa bisa ditanam di sekam bakar atau cocobit. Ia merupakan tumbuhan akar kuat. Itu harus menggunakan media tanah. Jadi, untuk sementara saya belum bisa menanam itu.

Menulis

Setiap hari saya tidak akan meninggalkan kegiatan menulis. Itu merupakan kegiatan wajib yang harus saya lakukan setiap hari. Soal menulis apa, saya akan menulis apapun dan topik apapun. Hanya untuk membiasakan diri.

Termasuk tulisan ini. Jika ditanya "ini tulisan masuk ke topic apa?" saya tidah tahu. Yang penting bagi saya adalah menulis. Belum saya pikirkan soal menulis apa.

Bukan hanya tulisan ini, semua tulisan di blog ini merupakan catatan harian saya. Apa yang sedang saya rasakan, pikirkan, renungkan, kekesalan dan lain-lain, saya tuliskan di blog ini.

Saya menulis ini menggunakan kerangka. Sesuatu yang jarang saya gunakan. Saya pikri itu nggak akan berguna. Ternyata, duggan saya salah.

Baru kali ini saya menggunakan itu. Ternyata cukup memudahkan. Saya bisa memetakan apa yang akan saya sampaikan ke pembaca. Sehingga, tulisan saya lebih terarah. 

Di dalam kerangka tulisan, saya bisa menyusun poin-poin yang akan saya sampaikan. Ini memudahkan saya ketika akan mengembangkan kalimat atau paragraf.

"Hm, ternyata lebih mudah menggunakan kerangka karangan, ya" pikirku.

Kerangkan tulisan ini akan saya gunakan lagi ketika memulai tulisan yang lain. Karena benar-benar membantu dalam proses penulisan.

Menguras Aquarium

Kegiatan selanjutnya adalah menguras aquarium. Kegiatan ini memang sudah saya rencanakan sebelumnya. Jadi, bukan kegiatan dadakan.

Saya sudah mencium aroma tidak sedap. Saya buka filter, di sana terdapat banyak cacing. Saya tidak tahu itu cacing berasal dari mana. Apakah dari kotoran ikan, atau berasal dari bekas penyedotan ikan lele. Saya jijik melihatnya. Oleh karena itu, saya segera menggantinya dan menguras airnya.

Saya kira, cacing-cacing itu akan mati ketika dijemur. Saya pikir panas matahari akan melenyapkannya. Ternyata tidak. Mereka tetap hidup. "Cukup aneh" pikir saya. 

Sayang, saya tidak memotretnya. Saya langsung buang saja ke tong sampah karena khawati bisa terbang terbawa angin.

Mungkin, jika saya memotretnya, saya bisa tahu jenis cacing apa.

Mungkin sekian dulu tulisan ini.


0 komentar:

Posting Komentar