Senin, 14 Agustus 2023

Beberapa alasan kenapa saya membeli sepeda listrik daripada motor bensin bekas


Sepeda Motor Listrik Uwinfly RF8

Membeli sepeda listrik bagi sebagian orang mungkin seperti sebuah tindakan membuang-buang uang saja. "mending beli motor sekalian, bisa dipake kemana-mana" begitu salah satu alasannya.

Saya tidak anti dengan pernyataan pertentangan seperti itu. Saya tetap mendengarkan alasan-alasannya. Ini merupakan bahan-bahan untuk kegiatan menulis. Termasuk untuk menulis tulisan ini.

Saya punya alasan kenapa saya memutuskan untuk membeli sepeda listrik daripada membeli sepeda motor bensin bekas


Pertama, sepeda listrik itu relatif murah dibanding dengan motor bensin bekas. Banyak sepeda listrik dengan harga 3-4 jutaan. Dengan harga segitu, kita dapat sepeda baru. Disertai dengan garansi. 

Berbeda dengan sepeda motor bekas bensin. Saya harus mempersiapkan biaya untuk ke bengkel. Belum tentu kita dapat motor bekas dengan harga segitu mulus. Pasti ada saja yang perlu diperbaiki. Entah itu kaki-kaki, oli, ban dan lain sebagainya.

Untuk dapat motor bekas dengan kondisi yang relatif bagus, itu sulit dengan harga segitu. Umunya, di atas 7 juta. Di bawah itu, untung-untungan.

Sepeda listrik, dengan harga segitu sudah siap pakai. Tidak perlu mikirn biaya lagi.

Kedua, saya tidak punya keperluan banyak. Saya hanya menggunakan sepeda listrik untuk keperluan belanja ke warung, nganterin anak main, berkunjung ke saudara. Dengan kata lain, untuk kebutuhan jarak dekat dan hanya sekitar rumah. Jika ingin bepergian jauh, saya punya kendaraan roda empat. Tidak perlu motor.

Saya menggunakan sepeda listrik hanya untuk berkeliling sekitar rumah. Seperti belanja, mengantar anak main, pergi ke rumah saudara.

Ketiga, sepeda listrik punya baterai yang di-support selama 6 bulan. Dengan kata lain, ada garansi baterai. Saya tidak perlu khawatir soal baterai seperti yang dikhawatirkan oleh orang-orang yang lebih memilih motor bekas bensi. Kalaupun ada masalah, saya hanya perlu ke dealer atau tempat tokonya. Lalu, ajukan komplain. Tidak perlu ada biaya yang perlu saya keluarkan. Hanya perlu ongkos menuju ke sana.

Mengisi bensin sedikit, itu lebih mahal dibanding mengisi banyak. Sementara kebutuhan saya hanya sedikit. Di pertamini, harga pertalite, bensi subsidi, itu lebih mahal dibanding mengisi di pom bensin.

Pom bensin cukup jauh, jadi jika mengisi hanya 1 atau 2 liter, adalah tindakan membuang-buang waktu. Kita tahu, antrian pertalite itu saat ini sudah mengular. Berbeda dengan waktu dulu.

Menggunakan sepeda listrik, saya hanya perlu mengisinya di rumah. Itupun saya lakukan di malam hari. Di siang hari, hanya tinggal memakainya. Satu kali cas, itu cukup lebih dari satu hari. Tidak perlu antri dan panas-panasan. Hanya perlu kesabaran.

Mungkin itu beberapa alasan saya memberli sepeda listrik.

Ada pernyatan menari.

"Sepeda listrik itu aneh, nggak ada suaranya" 

Ini pernyataan yang cukup menggelitik. Ya jelaslah. Namanya juga sepeda. Jangankan sepeda listrik, motor listrik juga nggak ada suaranya. Hening. 

Justru saya lebih suka mengendarai dengan hening. Tidak ada getaran mesin, panas dan suara bising. Itu terasa banget ketika di lampu merah.

Sementara saya cukup dulu tulisan ini.

0 komentar:

Posting Komentar