Nggak kerasa waktu sudah menunjukan pukul 16:26. Begitu cepat waktu berjalan. Sementara, saya hanya duduk menonton video.
Untungnya, saya sudah meninggalkan kebiasaaan dulu yang hanya sekedar nonton. Nonton hanya sekedar nyari hiburan untuk mengusir rasa penat. Saya menyaksikan video-video yang membangun, seperti bagaimana bisa meningkatkan keterampilkan menulis, bagaimana mendapatkan video yang bagus, bagaimana menyusus cerita yang menarik dan lain sebagainya. Intinya, jangan melewatkan waktu begitu saja tanpa melakukan hal-hal yang bermanfaat.
![]() |
| Photo by Karolina Grabowska |
Saat ini, saya senang dengan kegiatan menulis. Nggak tau kenapa alasannya bila ada yang menakannya. Sepertinya, seru bila mendokumentasikan pengalaman-pengalaman yang telah dilewati.
Menulis bukan hanya menceritakan tentang pengalaman-pengalaman pribadi, tapi bisa digunakan untuk mengajar. Anak saya suka matemateka. Padahal, kebanyak anak-anak seusianya alergi dengan pelajaran itu. Lalu, bagaimana anak saya bisa suka dengan pelajaran itu? Saya pikir, saya mengajarinya melalui cerita. Bukan cerita yang ngawang-ngawang, tapi yang mendekati kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, dia menjadi tertarik.
Ya, cerita bisa digunakan untuk media belajar. Dari dulu sampai sekarang, teknis bercerita ini dinilai lebih efektif. Bahkan, kitab suci pun mengandung banyak cerita-cerita dalam mengajarkan umatnya.
Tidak ada orang yang tidak suka dengan cerita. Terlepas dari apa yang diceritakan, saya yakin semua orang mendengarkan cerita. Dari dulu sampai sekarang kesukaan orang terhadap cerita tidak berubah.
Dahulu, cerita hanya disampaikan melalui lisan. Namun, saat ini bisa melalui teks, teks dan tulisan, bahkan bisa melalui video. Atau, umumnya cerita dalam bentuk video disebutnya film.
Keahlian bercerita itu bisa digunakan dibidang apapun. Bukan hanya dalam bidang kesenian seperti kepenulisan atau perfilman. Saat ini, cerita digunakan juga dalam marketing. Itu lebih bisa menarik perhatian dibanding menjual sesuatu secara langsung. Bahkan, bila ceritanya menarik, orang rela untuk membayar lebih mahal untuk barang yang sama dengan harga yang relatif murah.
Jadi, akhir-akhir ini, saya terus meningkatkan keahlian menulis. Saya membaca buku, mendengarkan podcast, atau menonton video dari youtube. Sehingga, saya merasakan peningkatan yang signifikan.
Menulis itu butuh sesuatu atau bahan tulisan. Bahan itu bergantung apa yang akan kita tulis. Misal, saya ingin menulis tentang "programing", maka bahan-bahan yang saya perlukan adalah materi-materi tentang programing itu. Yang saya lakukan bisa baca melalui blog atau menonton video. Tanpa bahan-bahan itu, saya kesulitan.
Seperti itulah. Saya menonton video bukan hanya sekedar untuk hiburan, tapi untuk mendapatkan bahan-bahan tulisan.
Saya sangat senang kemanjuan ini. Dengan skill menulis yang semakin meningkat, kemanapun saya pergi, atau apapun yang saya lakukan, bisa saya jadikan sebagai tulisan. Terlepas itu menarik atau tidak bagi orang lain, banyak mencari atau tidak di mesin pencari, yang utama adalah bahan-bahan tulisan itu yang akan saya gunakan untuk latihan.
Sebelum saya bisa menulis, hari-hari saya dilewatkan begitu saja. Padahal, ada banyak hal yang menuruk saya menarik untuk diceritakan. Atau, bisa saja pengalaman-pengalaman itu bukan hanya diceritakan, tapi sebagai sesuatu yang diperlukan oleh orang lain. Sehingga, bisa lebih bermanfaat.
Sekarang, walaupun kemampuan menulis mungkin belum mencapai kondisi ideal, tapi saya sangat puas dengan pencapaian ini. Indikator keberhasilannya adalah saya mampu menulis artikel ini dengan mudah. Nggak perlu banyak mikir.
Alhamdulillah.
