Lagi-lagi saya menghabiskan waktu hanya untuk menonton video reels. Video pendek sepreti tiktok. Namun, ini ada di plafform facebook.
Nggak kerasa, mungkin sudah lebih dari satu jam saya habiskan hanya untuk nonton. Sayang, bukan? Saya akhir-akhir ini sering menghemat waktu, kenapa sekarang malah waktu yang saya buang-buang? bukankah waktu itu nggak ternilai dibanding dengan uang? uang itu bisa dicari, tapi waktu akan berlalu begitu saja. Tidak akan kembali.
Ini nasihat untuk diri saya sendiri. Tulisan ini saya buat di sore hari menjelang magrib. Saya nggak tahu apa yang harus saya lakukan. Jadi, saya iseng-iseng buka facebook, ternyata saya nggak mampu berhenti untuk menonton video. Nggak terasa, waktu sudah berlalu selama satu jam.
"Waktu untuk hiburan nggak apa-apa? belajar terus juga membuat bosan."
Betul. Saya juga merasakan itu. Tadi pagi, saya mencoba untuk belajar. Memikirkan peluang-peluang usaha yang akan saya jalankan. Mungkin kurang lebih dua jam, rasa bosan sudah terasa. Akhirnya, saya keluar untuk menyegarkan pikiran saya.
Harusnya, bila pikiran sudah terasa segar, saya harus melanjutkan kegiatan yang sudah direncanakan. Kegiatan-kegiatan yang mendukung kesuksesan. Kegiatan yang ada kaitannya dengan tujuan yang saya tuju. Bukan kegiatan di luar itu. Hiburan itu boleh-boleh saja. Namun, harus ingat waktu. Batasi. Di hari kerja, mungkin saya hanya punya sedikit waktu untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu. Jadi, saya harus memaksimalkan waktu liburan ini. Jangan dibuang-buang dengan percuma.
Walaupun saya sudah menghabiskan waktu satu jam, akhirnya punya perasan menyesal. Perasaan itulah yang menghasilkan tulisankan. Perasan itulah yang memunculkan ide untuk menulis ini. Ini merupakan salah satu kegiatan yang mendukung cita-cita saya, yakni menjadi penulis. Kegiatan menulis merupakan kegiatan wajib yang harus saya jalankan setiap hari. Tidak bisa tidak.
Tentu saja, menulis itu perlu ide. Tanpa ide, sulit untuk menulis. Apa yang akan ditulis, bukan?
Sebelum menulis, harus ada sesuatu yang kita rasakan. Atau sesuatu gagasan atau lintasan di dalam pikiran kita. Di dalam otak kita. Jadi, ide itu mutlak adanya.
Bila kita tidak mengenal ide, seperti yang saya rasakan dulu ketika belajar menulis, kegiatan menulis itu menjadi lebih sulit. Seperti yang saya tadi katakan, apa yang akan kita tulis? idenya nggak ada.
Ide itu bisa berasal dari perasaan atau pikiran. Saat ini, saya sedang mengalami perasaa menyesal membuang-buang waktu. Maka, itu merupakan ide. Sehingga tulisan ini, mudah bagi saya untuk menciptakannya. Tidak ada hambatan ketika menulis. Tangan saya tidak berhenti untuk menulis. Tidak ada istilah writer block. Nggak ada sama sekali.
Jadi, walalupun saya tadi membuang-buang waktu selama satu jam, tapi akhirnya saya mendapatkan ide, yakni: "Hemat uang itu memang perlu, hemat waktu itu lebih penting lagi."
Pikiran itu tiba-tiba saja muncul. Namun, awalnya dari perasaan menyesal telah membuang waktu. Lahirlah ide itu.
Tidak masalah ide itu bagus atau tidak. Yang penting bagi saya adalah mengasah kepekaan dalam menangkap ide. Melatih jari jemari saya agar selaras dengan pikiran saya. Membiasakan diri untuk mengalirkan gagasan-gagasan, perasaan, kilatan pikiran yang ada di kepala saya. Meminimalisir kesalahan ketik. Yang penting itu dulu.
Sekarang waktu sudah menujukan pukul 18:14. Waktunya untuk sholat magrib. Jadi, kegiatan menulis ini saya harus hentikan.
Sekian.
0 komentar:
Posting Komentar