Jumat, 15 Desember 2023

Bahasa Indonesia: Mulai belajar mengarang

Saya bingung bagaimana cara mengajarkan anak saya bahasa indonesia. Mulai dari mana, dan apa yang akan diajarkan. Tepatnya, materi apa yang akan saya sampaikan.

Setiap hari kita menggunakan bahasa indonesia. Jadi, persoalan menggunakan bahasa sepertinya nggak terlalu masalah. Dalam percakapan, bahasa indonesia sudah bisa dimengerti oleh anak saya. Walaupun, masih banyak kosa kata yang belum dimengerti. Saya pikir, bukan hanya anak saya. Orang dewasa pun tidak sedikit yang seperti itu. Menggunakan bahasa indonesia dengan menggunakan kata-kata yang umum. Dan itu bisa dikembangkan sambil bejalan.

Saya punya buku pelajaran bahasa indonesia. Tapi, rasa pikir itu sudah nggak relevan bagi anak saya. Ya, memang nggak semua. Ada beberapa yang masih bisa dimanfaatkan. Misalnya, soal pembendaharaan kata dan tanda baca. Itu sangat berguna sekali ketika mau menyampaikan gagasan, ide atau perasaan. Itu yang saya dapat dari buku itu. 

Namun, apa yang bisa dikembangkan dari materi itu? saya beripikir keras. Akhirnya, saya dapat ide itu. 

Ya, saya akan mengajarkan anak saya untuk menulis. Menuangkan segala pikiran dan perasaan dia ke dalam tulisan. Kosa kata yang dia dapatkan dari membaca, akan saya uji. Tanda baca yang sudah saya sampaikan, itu juga akan saya uji.

Latihan ini bukan untuk bertujuan agar anak saya menjadi penulis. Saya ingin anak saya mahir dalam menyampaikan pikiran dan perasaannya. Setidaknya, walaupun nggak sampai hingga level mahir, saya ingin anak saya bisa berkomunikasi. Minimal orang bisa mengerti pikirannya atau perasaannya. 

Tidak sedikit orang dewasa yang merasa kesulitan untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya melalui bahasa. Khususnya bahasa indonesia. Jangankan yang tidak terbiasa ngomong dengan bahasa Indonesia, yang sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia pun kadang masih kesulitan.

Banyak faktor yang menyebabkan itu terjadi. Salah satunya adalah kurangnya latihan untuk mengemukakan pendapat. Tidak dilatih untuk menyampaikan gagasan dan perasaannya. Selain itu, ada faktor lain, yaitu kurangnya pembendaharaan kata. Sehingga kesulitan kata apa yang bisa mewakili pikiran dan perasannya.

Menulis merupakan salah satu cara yang bisa ditempuh untuk membiasakan diri menyalurkan pikiran dan perasaan melalui kata-kata. Selain itu, bisa juga berlatih berbicara di depan cermin. Biasanya itu dilakukan untuk presentasi atau public speaking.

Dengan menulis, kita dipaksa untuk mengungkapkan pikiran-pikiran, kilatan-kilatan pikiran, atau perasaan, menggunakan kata-kata. Karena tulisan nggak punya bahasa tubuh, maka tulisan akan selalu mengandalkan kata-kata agar pesan yang dikirim oleh penulis bisa diterima oleh pembacanya.

Berbicara secara langsung, walaupun kata-kata yang diproduksi nggak terlalu banyak, itu bisa dibantu dengan bahasa tubuh. Namun, ketika menulis, nggak ada cara lain selain menggunakan kata-kata. Mungkin, yang bisa dilakukan adalah menggunakan ilustrasi seperti gambar.

Ke depan, saya akan mengajarkan ke anak saya menulis. Temanya nggak akan saya tetapkan. Bebas. 

Mungkin, untuk tahap awal, saya akan malatih menulis bebas. Materi selanjutnya, sebelum menulis saya akan memberi tugas membaca. Hasil dari membaca itu, akan menjadi bahas tulisan.

Sementara, tulisan hari ini cukup. Walaupun, tulisannya ini masih bisa saya kembangkan. Masih banyak yang perlu saya terangkan. Misalnya tentang menulis bebas. Lalu, kegiatan membaca sebelum menulis. Namun, untuk hari ini, saya cukupkan.

Sekian.

0 komentar:

Posting Komentar