![]() |
| Ketika menulis, tulislah semua yang ada dalam pikiran. Apapun itu. |
Jangan terjebak dengan teori-teori menulis. Semakin banyak teori yang kita dapat, biasanya menghambat kita dalam mengeluarkan ide, gagasan, atau perasaan untuk dapat kita tuangkan ke dalam tulisan. Kecuali, bila sudah terbiasa menulis atau sudah mahir. Teori-teori itu memang diperlukan. Namun, bagi penulis pemula seperti saya, itu biasanya akan menghambat kreativitas kita dalam menuangkan apa yang ada dalam pikiran kita.
Jika kita masih pemula, fokus saja menulis. Banyak-banyaklah menulis. Jangan dulu mikirin teori ini dan itu. Tulis yang sudah selesai dalam pikiran kita.
Jangan seperti saya. Belajar terus dan terus. Namun, saya selalu ragu ketika hendak menulis. Memikirkan ini dan itu. Hingga akhirnya, saya tidak menulis apapun.
Aneh memang apa yang saya lakukan itu. Menulis itu salah satu kemampuan mekanis. Sesuatu yang harus dipraktikan. bukan hanya dipikirkan. Saya ingin jadi penulis. Namun, yang saya lakukan adalah hanya membaca tentang bagaimana caranya menuangkan gagasan dan aturan-aturan dalam menulis. Sementara, hal yang tidak kalah penting, yaitu menulis itu sendiri, itu diabaikan.
Saya jarang melatih atau mempraktikan kegiatan menulis itu. Sehingga, seberapa banyak apapun teori menulis yang saya dapatkan, hanya sebagai hiasan akal belaka. Saya tetap tidak mampu menulis. Walaupun bisa, saya terseok-seok dalam melakukannya. Bahkan hanya untuk menghasilkan satu paragraph atau beberapa kalimat.
Dalam menulis, praktik merupakan hal yang penting. Hal pertama yang wajib dilakukan adalah menulis, menulis dan menulis lagi.
Apakah teori-teori seperti ketepatan bahasa, struktur penulis, membuat kerangka tulisan dan lain sebagainya itu tidak penting?
Semuanya tidak kalah penting. Namun, iringi dengan praktik. Bukan hanya sekedar membaca dan membaca. Itu tidak akan membuat sedikit pun kita sampai pada tujuan. Itu hanya sekedar rencana. Yang bisa membawa kita sampai pada tujuan menjadi seorang penulis adalah praktik.
Lalu, apa yang saya lakukan hingga dapat menulis sebanyak ini?
Itulah yang saya lakukan hingga dapat menulis sepanjang ini. Sering-seringlah menulis. Apapun yang terlintas dalam pikiran, tulis. Jadikan itu kebiasaan setiap hari. Buatlah jurnal harian. Saya menulis minimal satu halaman sehari. Maksimal tiga halaman.
Ketika menulis, jangan dulu dengar kritikan-kritikan yang muncul dalam pikiran kita. Abaikan dulu semuanya. Entah itu soal tulisannya nyambung atau tidak, penting atau tidak, jelek atau tidak dan lain sebagainya. Semua itu abaikan untuk sementara. Fokuskan pada memproduksi tulisan sebanyak-banyaknya. Urusan merapihkan tulisan, bisa diabaikan untuk sementara.
Mungkin itu yang bisa saya sampaikan untuk kali ini. Terima kasih buat kamu untuk bisa menyempatkan waktu membaca tulisan ini. Semoga, tulisan ini bisa bermanfaat.

0 komentar:
Posting Komentar