Jumat, 28 Juli 2023

Begini nasib orang nomaden

Di awal tahun ini, saya sudah menempati rumah baru. Tempat tinggal baru maksud saya. 

Tempatnya lebih luas dari tempat tinggal sebelumnya. Halaman bisa masuk mobil dan motor tanpa harus bersusah payah.  Kamar ada dua. Sehingga bila ada tamu, saya tidak bingung lagi. Saya punya tempat untuk bekerja yang sebelumnya masih bersamaan dengan kamar tidur. Ya, lumayan lebih baik dari sebelumnya.

Mungkin hanya beberapa menit dari tempat tinggal sebelumnya. Bila dalam kondisi macet, mungkin hanya butuh waktu sekitar 30 menit dari tempat tinggal asal ke tujuan. 

Saya tinggal di daerah ujung berung. Dan pindah ke daerah cimekar. Tidak jauh dari mesjid al-jabar. Hanya 15 menit dari rumah bila menggunakan motor.

Walaupun tempatnya relatif luas, namun di sini banyak nyamuk. Saya jadi ingat waktu tinggal di mertua, di daerah cibiru. Baik siang atau malam, nyamuk itu selalu ada. Bahkan, saya pernah terkena demam berdarah yang tidak saya sadari. Saya mengira itu hanya masuk angin biasa.

Air juga di sini tidak sejernih di ujung berung. Di sana air masih layak diminum. Di tempat air yang ada hanya pasir-pasir krikil. Di tempat baru, airnya banyak mengandung zat besi. Airnya tampak bersih, namun mengandung banyak zat besi. Sehingga banyak meninggalkan bekas kuning pada bak air, gayung, tembok kamar mandi dan toilet.

Karena tempat tinggal baru ini tidak jauh dari jalan tol cileunyi, udara di sini kadang panas. Udaranya tidak begitu segar bila siang dan sore hari. Kecuali pagi, itu masih terasa segar.

Bila hujan datang, tidak jarang banyak solokan yang mampet. Sehingga menimbulkan genangan air. Jikapun hujan tidak datang, selokan itu tetap ada genangan air pembuangan kamar mandi. Terlihat kotor dan banyak busa di depan rumah. Saya tidak heran bila banyak nyamuk.

Tapi, untungnya itu tidak berada di wilayah rt saya. Itu ada di rt lain yang letaknya tepat dibelakang rumah saya.

Wilaya perumahan ini luas sekali. Sehingga, ada banyak akses untuk bisa masuk ke perumahan ini. Dengan begitu, ada banyak peluang kejahatan. Yang umumnya saya dengar adalah pencurian sepeda motor dan pembobolan rumah kosong. Berbeda dengan tempat tinggal saya sebelumnya. Saya menyimpan motor diluar garasi pun, aman-aman saja. Ya, walaupun pak rt sempat bertanya "ini motor disimpan di luar aman?"

Yang paling terkenal dari daerah tempat tinggal baru ini adalah banjir. Ya, memang. Bila hujan datang, ada sebagian wilayah perumbahan menjadi langganan banjir. Lagi-lagi, di lingkungan rt saya tidak terdampak. Hanyak akses untuk masuk terhalangi banjir. Mesti memutar mencari jalan lain.

Ya, setiap tempat punya plus dan minusnya.  Tinggal memilih mama yang masih bisa ditolerir. Sulit untuk mencari tempat tinggal yang sempurna. Bahkan, mungkin bukan sulit. Tapi, hampir tidak mungkin. Pasti ada kelebihan dan kekurangannya.

Sebenarnya, saya merasa nyaman tinggal di ujung berung. Airnya bersih. Udaranya sejuk dan dingin. Dan, jauh dari kebisingan kendaraan. Namun, karena harga sewa yang semakin tidak masuk akal, saya memutuskan untuk pindah ke tempat yang sesuai dengan budget. Begini nasib orang nomaden.

0 komentar:

Posting Komentar