Senin, 27 Mei 2024

Menjadi konten kreator itu nggak semudah yang dibayangkan

Ada banyak yang perlu dipelajari ketika memutuskan untuk menjadi seorang konten kreator. Bukan hanya sekedar ide, tapi juga perlu keahlian-keahlian lain yang mendukung ide itu. Seperti mengedit video, menulis naskah, dan lain-lain.

Bila kita kerja sendirian, tentu ini merepotkan. Namun, bila kerja tim, mungkin tidak terlalu jadi masalah. Setiap orang mempunyai tanggung jawab masing-masing.

Tapi, bagaimana dengan pemula? dengan budget terbatas, namun tetap ingin menjadi seorang konten kreator.

Itu bukan pernyatan saya kepada orang lain, tapi kepada diri saya sendiri. Saya memutuskan untuk menjadi seorang konten kreator. Ada banyak ide di kepala saya, namun saya sulit untuk mengemas ide itu. Terlebih, saya hanya seorang diri. Semua proses mau nggak mau harus saya kerjakan sendiri. Semua peralatan harus saya sediakan sendiri. Bukan hanya itu, saya juga harus bersedia mengerjakan editing video, upload video, memikirkan skrip, memasarkan video dan lain sebagainya.

Berat memang untuk mengawalinya. Namun, saya sudah terlanjur membeli peratalannya. Oleh sebab itu, saya harus simpan itu semua sebagai modal. Sambil berjalan, saya akan belajar hal-hal lain, skill-skill yang diperlukan oleh seorang konten kreator.

Bila ingin menjadi konten kreator dalam bidang menulis, tentunya harus punya kemampuan menulis. Selain itu, bila tulisan kita ingin dibagikan ke orang lain, ingin tulisan kita mudah ditemukan oleh orang lain, maka kita membekali diri dengan ilmu SEO. Intinya, kemampuan yang diperlukan bukan hanya satu. Diperlukan kemampuan lainnya seperti SEO bila ingin sukses di bidang konten kreator penulis.

Ilmu digital marketing juga penting. Gunanya yaitu untuk branding.

Bila ingin menjadi seorang konten kreator dalam bentuk video dan audio, tentunya harus punya keahlian dalam membuat itu semua. Selain itu, perlu juga dibekali dengan keahlian-keahlian teknis yang lain seperti video editing, menulis, SEO, membangun brand dan lain sebagainya.

Baik menggunakan media tulisan maupun tulisan, keduanya perlu skill-skill pendukung lain. Sulit untuk menjadi konten kreator bila hanya mengandalkan satu kemampuan. Misalnya, saya bisa membuat program komputer. Tidak cukup hanya bermodal itu. Perlu skill lain.

Saat ini, saya sudah menguasai beberapa skill itu. Saya sudah bisa menulis, membuat video, mengedit video, beberapa peralatan pendukung sudah saya kumpulkan sedikit demi sedikit. 

Jadi, apa yang kurang?

Saya masih kurang dalam hal eskekusi. Saya masih bingung menentukan apa yang akan saya bahas.

0 komentar:

Posting Komentar