Senin, 27 Mei 2024

Jangan membeli anak ayam bila belum siap mengurusnya

Biasanya, anak-anak ayam yang dijadikan mainan oleh anak-anak adalah ayam rainbow. Saya juga awalnya nggak tau nama ayam itu. Belakang, baru tahu, ayam warni-warni itu disebut dengan ayam rainbow.

Ayam-ayam itu umumnya ditemukan ditempat-tempat yang biasa dijangkau oleh anak-anak. Seperti pasar kaget atau pasar tumpah atau di depan sekolah dasar. Kadang, di pasar pun bisa ditemukan.

Ya, memang sudah pasti targetnya adalah anak-anak. Atau, orang tua yang punya anak suka dengan ayam. Seperti anak saya.

Dia bahkan sampai nangis-nangis minta dibelikan anak ayam itu. Walaupun, di rumah sudah banyak ayam. Tapi, mungkin karena tertarik dengan anak-anak ayam itu, terlihat lucu, menggemaskan seperti tokoh kartu tweety, anak saya minta dibelikan lagi.

Dengan terpaksa saya membelikannya.

Harganya relatif mahal untuk saya. Saya beli dengan kadang kecil dengan Rp15.000. Bila tidak dengan kandang, Rp10.000. 

"Mana mungkin saya bawa anak ayam pake kresek, kasihan lah" pikirku saat itu. 

Ya, dengan terpaksa saya harus beli dengan kandangnya.

Anak ayam itu nampak sehat saat dibeli. Lincah dan menggemaskan. Tidak ada tanda-tanda sakit. Seperti terlihat lemas atau tidak mau makan.

Tibalah di rumah anak ayam itu..

Anak ayam tidak mau berhenti "ciak-ciak, ciak-ciak"

Setelah tiba di rumah, anak ayam itu tidak berhenti "ciak-ciak, ciak-ciak". Saya tidak tahu bagaimana menyebutnya. Bila ayam jantan atau betina sudah dewas, bisanya disebutnya berkokok. Atau ayam jantan suka kukuruyuk setiap pagi. Tapi, bagaimana dengan anak-anak ayam? Bila mereka mengeluarkan suara "ciak-ciak, ciak-ciak", bagaimanan menyebutnya?

Suaranya itu cukup mengganggu telinga. Bahkan, saya jauhkan kandangnya agar suaranya itu tidak terlalu mengganggu.

Namun, anak ayam itu berhenti "ciak-ciak" setelah dipegang. Baik oleh saya atau anak saya. Atau saya dekap dengan tangan.

Saya pikir, mungkin dia butuh dekapan. Butuh kehangatan. Namun, saya abaikan insting saya itu.

Tibalah malam..

Anak ayam itu semakin menjadi-jadi. Tidak berhenting "ciak-ciak". Sungguh, pada waktu itu saya tidah tahu apa yang harus saya lakukan selain mendekapnya dengan tangan. Saya juga butuh istirahat, mana mungkin sepanjang malam saya mengurusi anak ayam itu.

Saya masukan lagi ke kandang. Saya abaikan.

Pagi pun tiba. Anak ayam itu nampak lemas. Tidak seperti biasa. Dia nampak seperti orang kedinginan.

Ya, sudah. saya jemur anak ayam itu. 

Ayam rainbow itu, anak-anak ayam yang diberi pewarna. Seperti pink, kuning, ungun dan lain-lain. Biasanya dijajakan di pasar tumpah, atau yang dapat dijangkau oleh anak-anak.

Memang menarik perhatian bagi anak-anak. Lucu dan menggemaskan.

Termasuk anak saya. Bahkan sampai nangis-nangis memohon untuk beli anak ayam itu.

Walaupun lucu, itu merupakan mahluk bernyawa. Harus serius dalam mengurusnya. Saya baru inget, setelah lewat dua hari. Anak ayam itu perlu kehangatan. Bila tidak, dia akan gelisah.

Tentu anak ayam yang gelisah sulit untuk makan dan akan mempengaruhi kesehatannya. Tidak lagi menjadi lincah.

Jadi, sebelum memberli anak-anak ayam itu, pastikan kita sudah mempersiapkan diri untuk merawatnya.

Persiapkan kandang yang nyaman. seperti menyediakan lampu untuk menghangatkan badannya ketika malam dan pagi. 

Akhirnya, anak ayam yang malang itu mati. Saya sungguh menyesal.

0 komentar:

Posting Komentar