Rabu, 29 Mei 2024

Beda rasa menulis di Blogger dan Google Doc

 Awalnya tulisan ini mau saya buat di Google Doc. Namun, saya ingat. Di tahun ini saya mau menulis semua di blog ini. Menulis jurnal harian.

Memang kalau sudah terbiasa, agak sulit untuk pindah platform. Bukan sulit dalam menulis atau mencari ide tulisan. Tapi, di google doc itu merasa bila sudah tiga halaman atau dua halaman, perasaan puas sudah muncul.

Di platform ini, saya tidak tahu. Apakah saya sudah menulis banyak atau belum. Di sini tidak ada penomoran atau halaman. Hanya layar kosong yang diisi sebanyak apapun.

Jadi, bila saya menulis di sini, saya merasa menjadi seorang yang baru belajar menulis. Sulit untuk mengembangkan ide tulisan, merasa tulisan saya tidak berkembang. Baru menulis beberapa paragraf, saya sudah tidak tahu mau menulis apa.

Selain itu, menulis di google doc ada auto correct, atau bila saya salah ketik. Platform tersebut segera memberi tahu dengan tanda merah-merah. Di sini, saya tidak mendapatkan itu.

Saya terganggu dengan tanda-tanda merah di bawah tulisan. Saya tidak tahu itu artinya apa. Mungkinkah itu auto correct dari blogger?

Dengan segala kekurangannya, saya harus tetap menulis di sini. Bukan tujuan untuk menjadi terkenal di Google. Tapi, hanya untuk membiasakan diri.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, memang beda menulis di sini dengan di Google Doc. Sehingga, itu mempengaruhi psikologis saya.

Tapi, saya yakin itu hanya soal kebiasaan. Bila saya sudah memposting atau menulis di sini lebih dari 100 kali, maka saya akan terbiasa. Menulis itu sama saja di platform manapun. Hanya soal kebiasaan.

Sebenarnya, saya tidak akan membahas soal ini. Saya akan menulis soal buku "Content Creator Black Box" karya Denny Santoso. Namun, ketika memulai paragraf pertama saya gugup-tidak tahu menulis apa, maka saya gunakan strategi Free Writing. Bila tidak begitu, maka tulisan ini tidak akan jadi. Hanya layar kosong. Atau, hanya berisi beberapa paragraf.

Dengan begitu, alhamdulillah tulisan ini sudah berisi beberapa paragraf. Mungkin, tidak ada value apapun bagi orang lain. Tapi, tulisan ini bernilai bagi saya. 

Dengan menerapkan free writing, rasa gugup saya mulai hilang. Dan, dipikiran saya mengalir deras ide atau gagasan yang siap ditulis.

Ya, sudah. Untuk kali ini, mungkin itu saja yang bisa saya tulis.

Saya sudah menunaikan kewajiban untuk menulis setiap hari. Bukan di Google Doc, tapi di platform blog.

Nanti, saya akan coba di platform lain seperti Facebook, Medium, juga di Twitter. 

0 komentar:

Posting Komentar