Selasa, 25 September 2012

Jujur! Itu Lebih Baik daripada Menghindar

Sayang sekali, hari yang ditunggu-tunggu ini tidak memberikan harapan. Saya sudah janji hari ini mau bayar kosan. Tapi, dengan terpaksa harus ditunda.

Perasaan? Ya tentu malu lah.

Tapi, ya mau gimana lagi saya harus terima keadaan ini. Kondisi benar-benat tidak ada uang, jadu apa yang harus dibayarkan? sama sekali tidak ada uang, bahkan untuk makan pun mungkin hanya cukup untuk beberapa hari lagi.

Malum saya kerja belum lama. Baru sekitar 3 atau 4 bulanan. Selain itu, sayapun melamar kerja disaat belum bena-benar dinyatakan lulus. Saya masih menyusun tugas akhir atau skripsi.

Untungnya, ibu kos bisa memahami dan mau menerima permohonan saya untuk mengundur pembayaran uang kos.

Entah kenapa, uang gajian belum ditransfer juga hingga hari ini. Padahal ini sudah lewat dari 3 hari setelah harinya. 

Saya curiga sepertinya ada masalah di manajemen atau perusahaan. Entah itu ada yang korup atau memang perusahaan sedang tidak stabil. Saya belum tau.

Ini bukan kali pertama, tapi ini kesekian kalinya. Sehingga kadang ada keinginan unruk mengundurkan diri dan mencari atau melamar lagi ke perusahaan lain.

Kenapa tidak segera keluar? Antara malas, tidak pede dan belum punya ongkos kalau-kalau nanti ada panggilan kerja.

Emang sebegitu parajnya keuangannya? Ya, pada saat itu memang entaha kenapa tikda bisa megangbuang dengan benar.

Harusnya, hari ini tu sudah gajian. Setiap bulan biasanya ditransferkan pada tanggal ini, 25. Entah kenapa, kabar yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang.

Sekarang, 25 Septermber 2012. Hari yang ditunggu-tunggu. Banyak mengatakan tanggal segini itu adalah tanggal tua. Hari-hari dimana harus menghemat nagi para pekerja.

Ya, betul. Hari ini gajian.

Bagi saya dan teman-teman sekantor, hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu. Kenapa? Ya karena ini adalah hari dimana di transferkannya gaji bulanan. Mungkin bukan saya saja yang punya persaan seperti ini, saya yakin Anda juga dapat merasakan hal yang sama ketika waktu gajian tiba.

Memang, bukan harinya yang ditunggu, tapi uangnya itu, benarkan ? Mungkin ada belum bayar kosan, beli sesuatu, or emang uang bulanannya sudah habis. Tapi, bagaimana pada hari yang dinanti-nanti ini transferan belum ada, atau dengan kata lain transferannya ditunda ? Hm.., bagi yang punya kebutuhan mendesak mungkin situasi seperti ini agak sedikit memusingkan.

Saya punya pengalaman dengan situasi seperti ini. Begini ceritanya, tapi jangan tidur ya pemirsa hehe.

Kala itu, 3 hari sebelum kontrakan saya habis, Ibu kos sudah memperingat. Saya jawab gak punya uang, terus berjanji tanggal 25-nya akan dibayar. Ibu kospun memberikan kebijaksanaan. Allhamdullilah saya lega. 

Waktupun berangsur dengan cepatnya, tak terasa sudah tanggal 25. Saya mengharapkan gaji sudah ditransfer. Biasanya tengah hari, uang sudah di transfer ke rekening. Tetepi, kala itu transferpun belum juga ada. Saya belum berhenti berharap samapi disitu dan menunggunya sampai jam pulang kantor tiba. Sayapun kembali mengecek saldo, ternyata tak ada perubahan. Tentu saya bingung, ini ada apa? Apakah e-bankingnya yang error, atau memang belum ditransfer? Sayapun langsung kontak ke bagian keuangan, dan memang belum di transfer dan katanya tunggu 2 hari. Hmm.,,saya tidak berkata apa-apa lagi, tapi yang saya pikirkan saat ini adalah bagaimana saya membuat alasan ke Ibu kos.

Sebelum ibu kos datang dan meminta uang kontrakan lebih dulu, maka pagi-pagi berinisiatif untuk mendatanginya lebih dahulu dan menceritakan apa yang terjadi kemarin. Saya bilang seperti apa kata bagian keuangan tadi, bahwa uang gaji akan diberikan kira-kita 1 atau 2 hari lagi. Allhadullilah, diapun mengerti.

Satu dua hari belum masuk ada transferan. Tentu, ini membuatku resah dan khawatir.

Hah.., memang jadi kesal juga dan jadi membuat saya malas untuk pergi ke kantor. Tetapi saya tidak berbuat apa-apa lagi kecuali harus melakukan sesuatu untuk memenuhi janji saya kepada ibu kos. Allhamdullilah kala itu saya masih punya handphone samsung champ duos. Jika handphone ini dijual, masih bisa menutupi untuk bayar kos. Tak apalah jika pake handphone butut juga, yang penting bisa tidur nyenyak dikontrakan.

Mungkin itu cerita saya, bagaimana dengan Anda ..??

Sabtu, 22 September 2012

Ciumbuleuit, Daerah Wajib Kamu Coba untuk Nongkrong Sambil Menikmati Indahnya Pemandangan

Acara malam mingguan kali ini adalah pergi ke punclut. Kamu pernah denger daerah ini ?

letaknya di daerah ciumbuleuit Bandung. Saya berangkat setelah magrib melalui jalan ciumbuleit, karena memang jalan paling dekat dengan tempat tinggal saya.

Sebenarnya, menuju tempat tersebut dapat melalui dua jalan utama, yaitu lembang dan ciumbuleuit. Dari tempat saya, Jl Setia Budi Bandung, tentu melalui ciumbuleuit adalah jarak yang paling dekat untuk menuju kesana. Jika datang dari arah subang, tentunya Anda bisa masuk melalui terminal Lembang.

Menurut saya, jika melalui lembang, jalannya sangat mengerikan. Anda harus mengecek rem kendaraan Anda sebelum menggunakan jalan itu. Banyak tanjakan dan turunan yang sangat tajam sekali. Anda harus hati-hati jika melalui jalan ini.

Kondisi jalan di jalan ciumbuleuit saat itu memang sedang ada perbaikan. Jadi, kondisi lalu lintas jalan tersebut sedikit kurang lancar.

Setiap malam minggu dan hari minggu, tempat tersebut selalu ramai didatangi pengunjung. Menurut saya, tidak ada yang istimewa di tempat tersebut. Jika diperhatikan, sepanjang jalan tersebut hanya terdapat tempat-tempat makan. Mungkin yang membuatnya berbeda adalah tempatnya yang diatas bukit. Jadi, sambil menikmati hidangan makan, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan bukit di sekitarnya.

Saya coba mengunjungi salah satu tempat makan dan hanya memesan ayam goreng dan pete. Saya pikir harga pete tersebut adalah sama seperti pada umumnya. Paling mahal mungkin Rp. 5000. Saat itu, saya pesan 2 pete untuk digoreng. Bisakah Anda menebak berapa harga pete tersebut .? Hm.., harganya adalah Rp. 7000. Jadi, 2 papan adalah Rp. 14.000. Menurut saya, memang agak sedikit mahal.

Setelah menunggu beberapa saat, pesananpun tiba. Pramusaji menyediakan dua buah gelas dan dua buah mangkok, satu boboko yang terlihat nasi berwarna merah, satu tempat yang berisi lalapan (daun singkong, salad, dan mentimun), dan satu tempat yang dipakai untuk ayam bakarnya.

Tempat yang saya maksud tersebut adalah anyaman bambu yang berbentuk seperti piring. Ketika anda makan disana, tidak akan diberikan piring kecuali diminta. Semua makanan disimpan pada anyaman berbentuk piring tersebut yang beralaskan kertas nasi. Saya tidak tahu apa itu namanya. Apakah Anda tahu ?

Sekitar pukul 08.00, saya bergegas untuk pulang. Calon istri saya  menuju ke kasir menanyakan berapa tagihannya. Bisakah anda tebak berapa total semuanya ? saya hanya memakan makanan yang saya sebutkan diatas. Total semuanya adalah Rp. 32.000. Hm.., bagi saya adalah terlalu mahal.

Tetapi, saya merasa kagum dengan masyarakat disana. Mereka dapat memanfaatkan keadaan lingkungannya yang terdiri dari bukit-bukit menjadi daya tarik pengunjung. Meskipun makanannya menurut saya biasa saja, tetapi mereka sampai hari ini tidak kehilangan pengunjung. Anda penasaran, silahkan berkunjung kesana.

Kamis, 20 September 2012

Bagaimana Cara Mengatasi Kebuntuan Saat Menulis

Hari ini, kamis tanggal 20 September 2012 adalah postingan pertama saya diblog ini. Saat ini, saya tidak tahu apa yang harus saya tulis, jangankan untuk satu paragraph, satu atau dua kalimat saja rasanya sulit sekali. Oleh karena itu, saya buat blog ini dan memulai lagi untuk membiasakan menulis.

Saya ingin menulis, tapi apa yang harus saya tulis dan bingung harus mulainya dari mana. Atau Saya punya ide tetapi bagaimana cara menuliskannya. pernahkan anda mengalami keadaan seperti itu ? Jika ya, itulah keadaan yang saya alami saat ini.
Ide itu datang dan pergi begitu saja. Oleh karena itu harus cepat-cepat dituangkan dalam tulisan agar ide itu terikat.

Saya coba untuk terus menulis. Apapun itu yang ada dalam pikiran, saya tuangakan segala yang ada dalam pikiran saya melalui dalam tulisan ini. Jika saya mentok, saya akan "saya mentok, gak tau mau menulis apa lagi". Atau jika memang tidak ada sama sekali dipikiran anda, yang hanya ada kosong, tulislah. "Pikiran saya saat ini sedang kosong, bisakan kalian memberi ide, oh ide dimana kamu berada, gerakan jari-jemariku". Seperti itulah yang saya lakukan ketika dalam keadaan gak tau apa yang mau ditulis dan tanpa sadar akhirnya jadilah tulisan ini.

Saya teringat waktu mencari buku di Gramedia Book Store, di Jalan Merdeka Bandung. Saat itu, saya pernah baca suatu buku tetapi tidak ingat apa judulnya, yang jelas buku tersebut membahas tentang dunia penulisan. Di buku tersebut penulisnya menyebutkan "Jika anda ingin menjadi penulis, maka mulailah menulis. Jika anda kehilangan ide untuk ditulis, maka tulislah apa yang ada dalam pikiran Anda saat ini. Setelah itu, biasanya bermunculan ide untuk ditulis". Sayapun tidak sadar ternyata apa yang saya tulis jumlahnya sudah dua paragraph, dan ini adalah paragraph ketiga.

Awalnya, Judul dari postingan ini adalah "Ini adalah postingan pertama saya di blog ini". Saya tidak tahu apa yang harus saya tulis saat itu, tetapi saya ingin menulis. Cara saya untuk mengatasinya adalah dengan menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya. Anda tidak perlu memikirkan bagaimana susunan kalimatnya, keterkaitannya satu dengan yang lainnya dan sebagainya. Saat kondisi seperti itu, tulislah.