![]() |
| Sumber: Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels |
Tulislah apa yang ada dalam kepala kalian atau perasaan hati, apa yang sudah tercerap oleh panca indra, mendengar pendapat orang, atau tanggapan kamu terhadap suatu masalah, gagasan, pendapat dan lain sebagainya.
Hanya itu, tidak ada resep khusus atau ritual khusus untuk dapat lancar menulis selain segera menulis.
Pasti ini sering dialami oleh siapapun. Sulit untuk menemukan ide. Apalagi penulis baru awal-awal belajar menulis. Jadi, kalian tidak sendiri. Termasul saya pun sering mengalami itu.
Saya sudah menerapkan ide sederhana ini, dan saya pun reletif lebih lancar dari sebelumnya.
Saat menulis, fokuslah menulis. Apa yang kita pikirkan, langsung tuliskan. Apapun itu. Kita gak usah memikirkan dulu kata-kata apa yang tepat atau menghapus dengan segera kata-kata yang kiya anggap kurang bagus, gak enak dibaca dan lain sebagainya. Teruslah menulis.
Apa yang terjadi kalo kita sedikit-sedikit melakukan edit. Saya yakin tulisan kalian gak akan pernah selesai. Coba pisahkan antara kegiatan menulis dan mengedit. Biarkan mengalir semua sampai dirasa tidak ada lagi yang ingin kalian tulis. Jangan pedulikan dulu soal typo atau salah ketik, tapi teruslah menulis.
Biasanya saya suka mengendapkan tulisan itu beberapa jam, satu hari atau kadang beberapa hari. Lalu, di lain hari saya mulai mengedit.
Kegiatan menulis itu merupakan aktivitas otak kanan. Jadi biarkan otak kreatif mencurahkan seluruh ide, jangan dulu di kritik. Biarkan gagasa itu mengalir apa adanya.
Pada dunia kepenulisan pun begitu, antara penulis dan editor itu memang di bedakan.
