Selasa, 28 Juni 2022

Bagaimana cara menulis agar bisa mengalir dan lancar?

Mengatasi writer's block
Sumber: Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Tulislah apa yang ada dalam kepala kalian atau perasaan hati, apa yang sudah tercerap oleh panca indra, mendengar pendapat orang, atau tanggapan kamu terhadap suatu masalah, gagasan, pendapat dan lain sebagainya.

Hanya itu, tidak ada resep khusus atau ritual khusus untuk dapat lancar menulis selain segera menulis.

Pasti ini sering dialami oleh siapapun. Sulit untuk menemukan ide. Apalagi penulis baru awal-awal belajar menulis. Jadi, kalian tidak sendiri. Termasul saya pun sering mengalami itu.

Saya sudah mencoba membuat artikel selama 30 menit, namun ternyata gak pernah bisa menyelesaikannnya. Pernah saya alami itu. Tidak ada sesuatu pun yang saya tulis selain saya melihat layar kosong dan kedipan kursor.

Saya sudah menerapkan ide sederhana ini, dan saya pun reletif lebih lancar dari sebelumnya.

Saat menulis, fokuslah menulis. Apa yang kita pikirkan, langsung tuliskan. Apapun itu. Kita gak usah memikirkan dulu kata-kata apa yang tepat atau menghapus dengan segera kata-kata yang kiya anggap kurang bagus, gak enak dibaca dan lain sebagainya. Teruslah menulis.

Apa yang terjadi kalo kita sedikit-sedikit melakukan edit. Saya yakin tulisan kalian gak akan pernah selesai. Coba pisahkan antara kegiatan menulis dan mengedit. Biarkan mengalir semua sampai dirasa tidak ada lagi yang ingin kalian tulis. Jangan pedulikan dulu soal typo atau salah ketik, tapi teruslah menulis.

Biasanya saya suka mengendapkan tulisan itu beberapa jam, satu hari atau kadang beberapa hari. Lalu, di lain hari saya mulai mengedit.

Kegiatan menulis itu merupakan aktivitas otak kanan. Jadi biarkan otak kreatif mencurahkan seluruh ide, jangan dulu di kritik. Biarkan gagasa itu mengalir apa adanya.

Pada dunia kepenulisan pun begitu, antara penulis dan editor itu memang di bedakan.

Sungguh malang, akhirnya mereka semua mati!

Satu persatu akhirnya semuanya mati. Sungguh saya menyesal tidak bisa menjaga dan mengurus mereka dengan baik.

Ini kesekian kalinya anak kucing yang saya rawat semuanya mati. Tidak ada yang tersisa.

Dua kucing pertama, terindikasi cacingan. Saya melihat dari kotorannya yang mengandung cacing. Dari hari ke hari nafsu makannya berkurang, sering menyendiri, tidak lincah dan sering tidur.

Tapi dua yang terakhir, sungguh itu membuat bertanya-tanya soal sebab kematiannya. Padahal, pada malam hari sebelum kematiannya, kucing-kucing itu terlihat lincah. Tidak ada tanda-tanda sakit seperti dua kucing pertama.
Anak kucing yang warna hitam, ditemukan pagi-pagi sudah dalam keadaan lemas sekarat. Matanya sayu, dan tidak dapat berdiri. Bahkan, mengeongpun tidak bisa tapi masih bernafas.

Biasanya ketika mwlihat saya, kuxing ini yanv paling bawel. Minum susupu  sepertinya dia yang paling rakus. Tapi di pagi itu lemas dan tak berdaya.

Kucing satu lagi, yang warna putih saya lihat seperti tidak ada masalah. Minum susu banyak dan berjalanpun tidak terlihat lemas. Tapi memang ada yang aneh. Swring beejemur.

Biasanya kucing jarang bejemur lama-lama. Bahkan kucing dewasapun tidak melakukannya. Aneh memang kucing terakhir ini.

Taou, kucing yang sati ini lama swkali kalo saya perhatikan. Saya sudah bantu untuk memindahkam ke tempat tangbteduh, tetap balik lahi ke tempat asal.

Memang, malam hari saya sempat mendengar suaranya. Tapi, itu suara yang biasa saya dengar sebelumnya. Seperti sedang main.

Kempat anak kucing ini di dapat dari anak-anak yang biasa main di depan rumah. Entah dimana mereka mendapatkannya.

Ibu warung, tetangga saya yang buka warung, entah siapa namanya, pernah cerita bahwa pak roni membuang kucing, induk dengan anak-anaknya. 

Alasannya karena suatu hari saat di tinggal liburan kucing itu membuat kekacauan di dalam rumah. Piring di dapur banyak yang pecah, kasur bamyak kotoran. Itu yang mwmbuat pak roni dan istrinya murka dan penyebab kucing-kuxing itu dibuang.

Mendengar kabar dari tetangga yamg punya warung, bahwa itu mulik tetangga.
kuxing-kuxing tetangga yang memang sudah mau dibuang.

 Mereka mendapatkannya karena menemukan dubdus. Sepertinya memang mau di buang.

saya dapatkan dari anak-anak yang menitifpkan. Jadi, anak-anak kucing ini tadinya dibuang. Kemudian dipungut lagi oleh anak-anak. karena tidak diijinkan oleh orang tuanya, anak-anak itu akhirnya memberikan anak-anak kucing ini kepada saya.

Tidak secara langsung, tapi mereka sengaja menyimpan anak-anak kucing ini di depan rumah. Bilangnya nitip kepada anak saya.

Kamis, 23 Juni 2022

Kernel panik, what the fuck is this?

Tiba-tiba layar komputerku seperti ini:
dan disertai suara titttttt. 

"kenapa lagi ini komputer" sontak dalam hati menggerutu.

Saya sejenak memandangi layar komputer sambil mengamati tulisan apa yang ada di layar komputer itu. Di baris terakhir ternyata nampak tulisan "kernel panik".

Kejadian ini bukan kali pertama. Dulu, saat saya masih kerja di kantor pernah beberapa kali mengalami hal seperti ini. Biasanya muncul saat komputer booting atau saat pertama kali komputer dinyalakan. Tidak ada penanganan khusus, hanya restart atau mencabut dan memasang lagi kabel ssd. Setelah itu, komputer berjalan lagi seperti biasa.

Tapi, kali ini beda. Kejadiannya saat saya sedang menonton youtube, saat rehat sejenak dari pekerjaan.

Walaupun ini bukan yang kali pertama, tapi tetap ini membuat saya sedikit khawatir awalnya. Bagaimana tidak? ada banyak data-data penting tersimpan disana. Mulai dari dokumen-dokumen pekerjaan, ebook, foto-foto kenangan tersimpan disana. 

Saya khawatir komputer rusak dan data-data yang ada disana tidak bisa dibaca lagi. 

Istilahnya bad sector, yang mengakibatkan data-data yang ada di penyimpanan menjadi sulit lagi untuk di baca.

Saya coba restart kembali dan berharap komputer masih berjalan seperti biasa.

Beberapa saat kemudian, Alhamdulillah, komputer berjalan normal seperti biasa dan saya lanjut bekerja.

Kejadian ini masih menyisakan pertanyaan yang belum ketemu jawabannya. Malahan, pertanyaan ini sudah lama belum terjawab dari dulu semenjak saya masih kerja di kantor.

Oh iya, saat tulisan ini ditulis, saya sudah bekerja dirumah. Istilah populernya Work From Home (WFH).

WFH mulai populer semenjak virus covid19 merambah keseluruh dunia termasuk indonesia. Sehingga, hampir pemerintah di seluruh dunia menerapkan aturan agar masyarakatnya tetap berada di rumah.

Tapi, saya sudah melakukan itu di 2019.

Balik lagi ke masalah yang tadi, kernel panik, saya mendapat pelajaran bahwa jangan menyimpan data-data penting pada satu tempat. Mesti ada backup. Jaga-jaga jika terjadi sesuatu pada mesin itu.